Abu Vulkanik Bisa Menyuburkan Tanah? Ini Manfaatnya

  • 12 Sep 2026 14:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Abu vulkanik sering dianggap hanya sebagai dampak letusan yang mengganggu aktivitas warga. Namun, dalam jangka panjang, material ini dapat memberikan manfaat bagi tanah dan tanaman karena membawa berbagai unsur mineral.

Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, material gunung api berperan dalam pembentukan tanah yang subur. Unsur seperti besi, mangan, magnesium, seng, sulfur, kalsium, dan mineral lainnya dapat berasal dari material erupsi gunung api.

Abu vulkanik juga dapat menambah cadangan unsur hara di dalam tanah. Penelitian yang tersimpan dalam repositori BRIN mengenai abu vulkanik Gunung Merapi menunjukkan material tersebut mengandung sejumlah unsur, seperti aluminium, besi, kalsium, natrium, dan mangan.

Kandungan mineral tersebut dapat mendukung kesuburan tanah setelah abu mengalami proses pelapukan dan bercampur dengan tanah. Karena itu, sejumlah wilayah di sekitar gunung api dikenal memiliki lahan pertanian yang produktif.

Manfaat tersebut bukan berarti abu vulkanik bisa langsung ditaburkan sebanyak-banyaknya ke tanaman. Penelitian yang tercatat di Perpustakaan Badan Geologi menunjukkan pemberian abu vulkanis secara berlebihan, lebih dari 10 ton per hektare pada penelitian tertentu, tidak disarankan karena tidak meningkatkan produksi tanaman.

Prof. Dr. Mahfud Arifin dan Dr. Rina Devnita dari Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, juga meneliti karakteristik tanah yang berkembang dari material vulkanik di Jawa Barat. Penelitian mereka menunjukkan material vulkanik menjadi bagian penting dalam pembentukan tanah di wilayah Gunung Tangkuban Perahu, Patuha, dan Papandayan.

Jadi, abu vulkanik memiliki dua sisi yang perlu dipahami. Saat erupsi, abu dapat mengganggu kesehatan dan merusak tanaman, tetapi setelah mengalami proses alami di tanah, mineralnya dapat berkontribusi terhadap kesuburan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....