Singapura dan Feng Shui yang Terlihat dalam Wajah Kotanya
- 11 Sep 2026 05:25 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Singapura dikenal sebagai negara modern dengan gedung pencakar langit, pusat bisnis, dan tata kota yang sangat terencana. Namun di balik kemajuan tersebut, terdapat jejak budaya Tionghoa dan konsep feng shui yang menarik perhatian karena dipercaya turut memengaruhi sejumlah bangunan dan ruang kota di Singapura.
Feng shui merupakan tradisi Tionghoa yang berkaitan dengan hubungan antara manusia, bangunan, lingkungan, arah, serta unsur alam. Dalam praktiknya, feng shui kerap memperhatikan posisi bangunan, aliran air, bentuk lahan, arah hadap, dan keseimbangan ruang untuk menciptakan lingkungan yang dianggap harmonis.
Salah satu kawasan yang sering dikaitkan dengan feng shui adalah Marina Bay. Kawasan tersebut memang memiliki perairan yang menjadi elemen penting dalam lanskap kota, sementara Urban Redevelopment Authority menjelaskan bahwa Marina Bay sejak awal dirancang sebagai perluasan pusat kota dan kemudian berkembang menjadi kawasan finansial, rekreasi, serta ruang publik utama Singapura.
Konsep feng shui juga kerap dibicarakan ketika membahas Marina Bay Sands. Situs resmi Marina Bay Sands menyebut kompleks tersebut memiliki hubungan dengan prinsip feng shui, termasuk posisi bangunan dan elemen air di sekitarnya yang dalam perspektif feng shui dikaitkan dengan keharmonisan dan kemakmuran.
Merlion juga tidak luput dari pembahasan tersebut karena posisinya berada di kawasan waterfront. Sejumlah pembahasan mengenai feng shui Singapura mengaitkan keberadaan Merlion dan kawasan perairan Marina Bay dengan gagasan menjaga hubungan simbolis antara kota dan unsur air, meskipun penafsiran tersebut merupakan perspektif feng shui dan bukan penjelasan resmi mengenai seluruh perencanaan kota.
Pengaruh feng shui bahkan dapat ditemukan pada bangunan bersejarah tertentu. Urban Redevelopment Authority mencatat kawasan Ban Siew San dan Koon Seng Ting sebagai contoh arsitektur yang mengikuti konsep geomansi tradisional, termasuk pemilihan lokasi di area yang lebih tinggi dan orientasi yang dianggap menguntungkan menurut tradisi tersebut.
Menariknya, feng shui di Singapura tidak hanya menjadi bagian dari cerita bangunan lama tetapi juga terus menjadi bahan pembicaraan dalam memahami perkembangan kota modern. Singapore Art Museum bahkan pernah mengangkat interpretasi feng shui terhadap lanskap Singapura melalui karya seni yang memetakan gagasan tentang aliran energi dan bentuk geografis pulau tersebut.
Meski demikian, tidak tepat mengatakan bahwa seluruh pembangunan Singapura dilakukan berdasarkan feng shui. Tata kota Singapura juga merupakan hasil perencanaan pemerintah yang mempertimbangkan aspek ekonomi, transportasi, lingkungan, penggunaan lahan, dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, menariknya Singapura justru terletak pada pertemuan antara tradisi dan modernitas. Di tengah gedung pencakar langit dan teknologi perkotaan yang maju, kepercayaan serta simbol budaya lama masih menjadi bagian dari cara sebagian masyarakat dan pengamat membaca wajah kota Singapura.
Sumber: Marina Bay Sands, Urban Redevelopment Authority Singapore (URA), Singapore Art Museum, dan South China Morning Post.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....