Gigi Berlubang Sebaiknya Ditambal atau Dicabut?
- 10 Sep 2026 07:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ketika mengalami gigi berlubang, banyak orang langsung dihadapkan pada pilihan apakah gigi sebaiknya ditambal atau dicabut. Secara umum, mempertahankan gigi asli menjadi pilihan yang diupayakan selama kondisi gigi masih memungkinkan untuk dipertahankan, tetapi keputusan akhirnya bergantung pada tingkat kerusakan, kondisi jaringan pulpa, serta struktur gigi yang tersisa.
Pada gigi berlubang yang masih dapat direstorasi, penambalan biasanya menjadi salah satu pilihan untuk mengangkat jaringan karies dan mengembalikan bentuk serta fungsi gigi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pedoman 2025 merekomendasikan pendekatan perawatan yang lebih minimal invasif dan menyebut bahan seperti glass ionomer cement serta resin-based composite sebagai pilihan untuk restorasi langsung pada karies.
Namun, lubang yang sudah sangat dalam tidak selalu berarti gigi harus dicabut karena dokter gigi dapat mempertimbangkan perawatan untuk mempertahankan jaringan pulpa dan struktur gigi yang masih sehat. Pedoman klinis European Society of Endodontology (ESE) sebelumnya merekomendasikan pengangkatan karies secara selektif atau bertahap pada karies dalam tertentu untuk mengurangi risiko terbukanya pulpa, terutama ketika gigi belum menunjukkan tanda yang mengarah pada pulpitis ireversibel.
Bukti mengenai pendekatan tersebut juga diperkuat oleh tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dilakukan Myrna Maria Arcanjo Frota Barros dan kolega, yang diterbitkan dalam Clinical Oral Investigations pada 2020. Studi tersebut membandingkan teknik selective, stepwise, dan non-selective caries removal pada gigi permanen dan menilai risiko berbagai pendekatan dalam menangani jaringan karies.
Penelitian yang lebih baru juga terus mengevaluasi cara mempertahankan gigi dengan karies dalam, termasuk systematic review tahun 2025 yang mencakup 19 dari 819 studi untuk membandingkan selective dan stepwise excavation dengan pengangkatan karies secara non-selektif. Sementara itu, pedoman S3 yang dikembangkan EFCD, ESE, ORCA, dan German Society of Conservative Dentistry pada 2026 menekankan bahwa penanganan karies dalam harus mempertimbangkan kondisi pulpa, kedalaman lesi, serta kemungkinan mempertahankan vitalitas gigi.
Sebaliknya, pencabutan dapat dipertimbangkan ketika gigi sudah tidak dapat direstorasi atau kerusakannya membuat upaya mempertahankan gigi tidak lagi memiliki prognosis yang baik. Pada kondisi seperti infeksi atau kerusakan pulpa yang berat, pilihan perawatan dapat mencakup perawatan saluran akar untuk mempertahankan gigi atau pencabutan, tergantung hasil pemeriksaan klinis dan radiografis.
Karena itu, tidak ada jawaban bahwa semua gigi berlubang harus ditambal atau sebaliknya langsung dicabut karena setiap kasus memiliki kondisi yang berbeda. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk menentukan kedalaman lubang, kondisi akar dan pulpa, serta jumlah struktur gigi yang masih tersisa sehingga pilihan perawatan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi gigi dan kesehatan mulut dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....