IRT Produktif, Berkarya dari Rumah
- 05 Sep 2026 11:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti seseorang harus berhenti mengembangkan potensi diri setelah mengurus keluarga. Di tengah perkembangan teknologi dan peluang usaha yang semakin terbuka, banyak ibu rumah tangga kini memanfaatkan waktu luang untuk menjalankan usaha rumahan, berjualan secara daring, membuat produk kreatif, hingga menawarkan berbagai jasa sesuai keterampilan yang dimiliki.
Menjadi IRT produktif tidak selalu harus diwujudkan melalui pekerjaan yang menghasilkan pendapatan besar. Memasak untuk dijual, membuat kue, menjahit, menjadi reseller, membuka jasa titip, membuat kerajinan, hingga berjualan melalui media sosial dapat menjadi aktivitas produktif selama dilakukan secara terencana dan tetap memperhatikan kebutuhan keluarga.
Salah satu penelitian mengenai produktivitas perempuan dilakukan oleh Suprihatin dari Universitas Negeri Yogyakarta dan diterbitkan dalam Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan pada 2004. Penelitian tersebut melibatkan 108 perempuan yang bekerja pada industri rumah tangga konveksi di Dusun Mlangi, Yogyakarta, dan menggunakan observasi, angket, dokumentasi, serta wawancara untuk menganalisis produktivitas kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja memberikan sumbangan sebesar 5,9 persen terhadap produktivitas, jiwa kewirausahaan sebesar 6,4 persen, dan keterampilan kerja sebesar 13,4 persen. Secara bersama-sama, motivasi kerja, jiwa kewirausahaan, dan keterampilan kerja memberikan pengaruh positif sebesar 35,4 persen terhadap produktivitas kerja perempuan dalam industri rumah tangga.
Penelitian yang lebih baru juga melihat bagaimana ibu rumah tangga mengatur waktu antara pekerjaan domestik dan aktivitas ekonomi. Studi Dwi Untari, Gita Mulyasari, Basuki Sigit Priyono, Apri Andani, dan Mohamad Zukarnain Yuliarso yang diterbitkan pada 2025 meneliti 60 ibu rumah tangga pedagang sayur di Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, menggunakan metode sensus dan analisis regresi linear berganda.
Penelitian tersebut menemukan bahwa waktu ibu rumah tangga paling banyak dialokasikan untuk kegiatan waktu luang sebesar 52,40 persen, kegiatan domestik 34,16 persen, kegiatan produktif 9,21 persen, dan kegiatan sosial 4,23 persen. Usia dan keberadaan balita diketahui berpengaruh signifikan terhadap alokasi waktu produktif, sedangkan tingkat pendidikan dan jarak menuju pasar tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Pada akhirnya, menjadi IRT produktif bukan tentang seberapa banyak uang yang dapat dihasilkan, tetapi tentang kemampuan mengembangkan potensi tanpa mengabaikan peran dalam keluarga. Dengan mengatur waktu, menentukan prioritas, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan teknologi secara bijak, ibu rumah tangga dapat tetap berkarya dari rumah sekaligus memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....