Bakar Sampah Saat Kemarau, Waspadai Kebakaran
- 01 Sep 2026 21:05 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Membakar sampah di halaman mungkin dianggap sebagai cara cepat untuk membersihkan lingkungan. Namun, saat musim kemarau, kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran karena kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar.
Cuaca panas dan minimnya kelembapan membuat rumput, daun kering, semak, hingga berbagai material di sekitar menjadi lebih mudah terbakar. Angin juga dapat membawa percikan api dari lokasi pembakaran sampah menuju area lain yang sebelumnya tidak terkena api.
Risiko semakin besar ketika pembakaran dilakukan di ruang terbuka dan berada dekat lahan kosong atau kawasan dengan vegetasi kering. Api yang awalnya hanya membakar tumpukan sampah dapat merambat ke rerumputan dan semak sehingga kebakaran berkembang lebih luas dalam waktu relatif cepat.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengelola sampah, terutama ketika cuaca sedang kering dan berangin. Niat membersihkan lingkungan sebaiknya tidak dilakukan dengan cara yang justru berpotensi menimbulkan kebakaran dan membahayakan kawasan di sekitarnya.
Ada sejumlah pilihan yang lebih aman untuk menangani sampah tanpa menggunakan api. Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah, dan daun kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos sehingga tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga dapat digunakan kembali untuk tanaman.
Sementara itu, sampah yang masih memiliki nilai daur ulang dapat dipisahkan sejak dari rumah. Botol plastik, kertas, kardus, dan kaleng dapat dikumpulkan untuk disalurkan ke fasilitas pengelolaan sampah atau pihak yang menerima material daur ulang.
Kebiasaan memilah dan mengolah sampah menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko kebakaran. Upaya tersebut semakin penting saat musim kemarau karena api dapat menjalar lebih mudah ketika bertemu material yang kering dan mudah terbakar.
Masyarakat pun diimbau tidak membakar sampah secara sembarangan, khususnya di sekitar lahan kering, semak, dan kawasan yang rentan terbakar. Dengan memilih cara pengelolaan sampah yang lebih aman, kebersihan lingkungan tetap terjaga tanpa menciptakan risiko kebakaran baru.
Sumber informasi : instagram @indonesiabaik.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....