Komedo Bermunculan, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Masalah Kulit Kotor
- 31 Agt 2026 15:49 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Komedo menjadi salah satu masalah kulit yang cukup sering muncul, terutama di area hidung, dahi, dan dagu yang memiliki banyak kelenjar minyak. Meski kerap dianggap sebagai tanda wajah kotor, komedo sebenarnya terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh campuran sebum atau minyak kulit dan sel kulit mati.
Secara medis, komedo terbagi menjadi dua jenis, yakni komedo terbuka atau blackhead dan komedo tertutup atau whitehead. Warna hitam pada blackhead bukan berasal dari kotoran, melainkan terjadi ketika material di dalam pori yang terbuka mengalami reaksi dengan oksigen sehingga berubah warna menjadi gelap.
Salah satu faktor utama yang memicu munculnya komedo adalah produksi minyak kulit yang berlebihan, yang dapat dipengaruhi hormon, terutama androgen. Selain itu, proses pergantian sel kulit yang tidak normal dapat menyebabkan penumpukan keratin di saluran folikel sehingga terbentuk sumbatan yang menjadi cikal bakal komedo atau microcomedone.
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa masalah komedo tidak sesederhana persoalan minyak berlebih. Tinjauan ilmiah oleh James Q. Del Rosso dan Leon Kircik yang diterbitkan dalam Journal of Dermatological Treatment pada 2024 menjelaskan bahwa perubahan produksi dan komposisi sebum, keratinisasi folikel yang berlebihan, peradangan, serta keberadaan Cutibacterium acnes saling berkontribusi dalam proses terbentuknya jerawat dan komedo.
Faktor lain seperti penggunaan produk kosmetik yang terlalu berat atau tidak sesuai kondisi kulit juga dapat memperburuk penyumbatan pori pada sebagian orang. Karena itu, pemilihan produk dengan keterangan oil-free atau non-comedogenicdapat menjadi salah satu pertimbangan, terutama bagi orang yang kulitnya mudah mengalami komedo.
Kebiasaan memencet atau mengorek komedo juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan iritasi dan memperbesar risiko peradangan maupun bekas pada kulit. American Academy of Dermatology merekomendasikan pendekatan yang membantu membuka sumbatan pori, termasuk penggunaan retinoid seperti adapalene untuk kasus tertentu, sementara komedo yang sulit ditangani dapat memerlukan konsultasi dengan dokter kulit.
Dengan demikian, kemunculan komedo merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, bukan semata-mata karena seseorang kurang menjaga kebersihan wajah. Menjaga rutinitas perawatan kulit yang sesuai, menghindari produk yang mudah menyumbat pori, serta tidak melakukan ekstraksi secara sembarangan dapat membantu mengurangi kemunculan komedo, sedangkan komedo yang menetap atau disertai jerawat meradang sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....