Generated AI Bisa Bantu Pilih Model Potongan Rambut, Seberapa Akurat?

  • 31 Agt 2026 08:39 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memilih model potongan rambut terkadang tidak semudah menentukan gaya yang sedang tren, karena bentuk wajah, tekstur rambut, ketebalan, hingga karakteristik pribadi dapat memengaruhi hasil akhirnya. Kini, teknologi generative AImulai dimanfaatkan untuk membantu pengguna melihat berbagai kemungkinan model rambut hanya dengan mengunggah foto wajah, bahkan sebelum rambut benar-benar dipotong.

Teknologi tersebut bekerja dengan menganalisis foto pengguna, mengenali karakteristik wajah, kemudian memberikan rekomendasi atau menghasilkan simulasi gaya rambut tertentu pada wajah pengguna. Penelitian terbaru menunjukkan perkembangan teknologi ini semakin kompleks, tidak hanya mencocokkan bentuk wajah dengan katalog gaya rambut, tetapi juga menggunakan AI generatif untuk membuat visualisasi yang lebih personal.

Salah satu penelitian yang dipublikasikan pada 2025 dalam Pattern Recognition mengembangkan metode bernama REHair untuk memindahkan gaya rambut ke foto seseorang dengan lebih realistis. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa teknologi hair transfer sebelumnya masih menghadapi masalah ketika posisi atau sudut wajah berbeda, sedangkan REHair dirancang untuk mengatasi ketidaksesuaian tersebut dan dilaporkan mampu mengurangi waktu pemrosesan hingga 80 persen dengan tetap mempertahankan kualitas gambar.

Penelitian lain pada 2025 mengembangkan sistem rekomendasi gaya rambut dengan memanfaatkan model Swinfaceuntuk menganalisis karakteristik wajah dan HairFastGAN untuk menghasilkan simulasi rambut pada wajah pengguna. Dalam pengujian menggunakan dataset SCUT-FBP5500, sistem tersebut dilaporkan meningkatkan rata-rata beauty scoresebesar 7,69 persen, dengan nilai PC metric terbaik sekitar 0,96, menunjukkan potensi AI dalam memberikan rekomendasi sekaligus visualisasi model rambut.

Di Indonesia, penelitian mengenai teknologi serupa juga terus berkembang. Studi yang diterbitkan dalam Algoritma: Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika pada 2025 menggunakan EfficientNet-B4 untuk mengklasifikasikan bentuk wajah ke dalam lima kategori, yakni heart, oblong, oval, round, dan square, dengan dataset sebanyak 27.066 gambar yang dibagi menjadi data pelatihan, validasi, dan pengujian.

Meski demikian, rekomendasi AI tidak seharusnya dianggap sebagai keputusan mutlak mengenai model rambut yang paling cocok. Foto dengan pencahayaan buruk, sudut wajah tertentu, perubahan tekstur rambut, hingga perbedaan antara hasil digital dan kondisi rambut sebenarnya dapat membuat simulasi tidak sepenuhnya menggambarkan hasil setelah potong rambut, sehingga pertimbangan penata rambut tetap diperlukan.

Bagi pengguna, teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai alat simulasi sebelum mengambil keputusan, terutama ketika masih ragu mencoba model rambut baru atau ingin membandingkan beberapa gaya sekaligus. AI dapat membantu mempersempit pilihan berdasarkan karakteristik visual, tetapi keputusan akhir sebaiknya tetap mempertimbangkan kondisi rambut, kemudahan perawatan, gaya hidup, serta konsultasi dengan penata rambut agar model yang dipilih benar-benar sesuai dan realistis untuk diterapkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....