Apa Bedanya Susu Kefir dan Yogurt? Mikroorganisme yang Digunakan Berbeda
- 29 Agt 2026 06:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Susu kefir dan yogurt sama-sama merupakan produk susu fermentasi yang banyak dikonsumsi karena mengandung mikroorganisme hidup dan memiliki nilai gizi dari bahan dasar susu. Meski terlihat serupa, keduanya memiliki perbedaan pada jenis mikroorganisme yang digunakan, proses fermentasi, tekstur, rasa, hingga karakteristik mikrobiologisnya.
Perbedaan utama terdapat pada kultur yang digunakan untuk proses fermentasi. Yogurt secara umum dibuat menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subspesies bulgaricus, sedangkan kefir menggunakan kefir grains, yaitu kumpulan mikroorganisme yang terdiri dari berbagai bakteri asam laktat, bakteri asam asetat, serta ragi yang hidup dalam suatu matriks protein dan polisakarida.
Dari segi bentuk, yogurt umumnya memiliki tekstur lebih kental sehingga biasa dikonsumsi menggunakan sendok atau digunakan sebagai campuran makanan. Kefir cenderung lebih cair dan dapat diminum secara langsung, dengan rasa asam yang khas serta sensasi sedikit berkarbonasi akibat aktivitas mikroorganisme selama proses fermentasi.
Perbedaan mikroorganisme tersebut membuat kefir umumnya memiliki keragaman mikroba yang lebih luas dibandingkan yogurt. Namun, jumlah dan jenis mikroorganisme pada produk komersial dapat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh bahan baku, kultur yang digunakan, proses produksi, lama fermentasi, serta kondisi penyimpanan, sehingga tidak semua produk kefir memiliki komposisi mikroba yang sama.
Penelitian mengenai produk susu fermentasi juga menunjukkan adanya potensi manfaat bagi kesehatan pencernaan. Dalam systematic review yang diterbitkan Nutrition Reviews pada 2021, Dennis A. Savaiano dan Robert W. Hutkins menyeleksi 1.057 publikasi dan akhirnya memasukkan 108 penelitian, terdiri atas 31 uji acak terkontrol, 15 uji randomized crossover, serta studi observasional lainnya; dari 108 penelitian tersebut, 76 melaporkan hasil yang menguntungkan dari konsumsi susu fermentasi terhadap berbagai aspek kesehatan.
Kefir juga menjadi perhatian dalam penelitian yang lebih baru karena kompleksitas komunitas mikroorganismenya. Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada 2026 dalam Food Science of Animal Resources membahas karakteristik, proses pembuatan, keragaman mikroba, serta potensi manfaat kefir dan menyimpulkan bahwa kefir memiliki spektrum mikroorganisme yang luas, meskipun bukti mengenai manfaat kesehatan spesifik pada manusia masih memerlukan penelitian klinis yang lebih kuat.
Jadi, kefir dan yogurt sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi keduanya tidak dapat dianggap sebagai produk yang sepenuhnya sama. Yogurt lebih dikenal dengan tekstur kental dan kultur bakteri yang lebih spesifik, sementara kefir memiliki bentuk lebih cair serta komunitas mikroorganisme yang lebih beragam, sehingga pilihan antara keduanya dapat disesuaikan dengan selera, kebutuhan gizi, toleransi terhadap produk susu, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....