Diskon Bisa Memicu Impulsive Buying tanpa Disadari
- 28 Agt 2026 14:07 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Melihat tulisan diskon sering membuat seseorang merasa sedang mendapatkan kesempatan untuk membeli barang dengan harga lebih murah. Namun, rasa “sayang kalau dilewatkan” tersebut terkadang membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak direncanakan.
Dalam psikologi konsumen, perilaku membeli secara spontan dan tanpa perencanaan dikenal sebagai impulsive buying. Penelitian menunjukkan bahwa promosi harga, suasana hati, serta rangsangan dari lingkungan belanja dapat menjadi beberapa faktor yang mendorong munculnya pembelian impulsif.
Potongan harga juga dapat menciptakan persepsi bahwa seseorang sedang mendapatkan keuntungan besar. Akibatnya, perhatian dapat lebih terfokus pada besarnya potongan dibandingkan pertanyaan sederhana mengenai apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Strategi seperti tulisan “stok terbatas”, “hanya hari ini”, atau penghitung waktu mundur juga dapat memberikan kesan adanya tekanan untuk segera mengambil keputusan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengambil keputusan pembelian lebih cepat tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial secara matang.
Fenomena ini semakin mudah terjadi melalui belanja online karena promosi dapat muncul berulang kali melalui media sosial, aplikasi belanja, notifikasi, hingga iklan yang disesuaikan dengan aktivitas pengguna. Kemudahan pembayaran juga membuat proses dari melihat barang hingga melakukan transaksi dapat berlangsung hanya dalam beberapa detik.
Salah satu cara sederhana untuk menghindari pembelian impulsif adalah membuat daftar barang yang memang dibutuhkan sebelum berbelanja. Ketika menemukan barang diskon di luar daftar tersebut, berikan jeda sebelum membeli dan tanyakan apakah barang itu benar-benar diperlukan.
Membandingkan harga sebelum dan sesudah diskon juga penting karena persentase potongan yang besar tidak selalu berarti harga akhirnya paling murah. Perhatikan pula biaya tambahan seperti ongkos kirim, biaya layanan, atau pembelian barang lain yang dilakukan hanya untuk mendapatkan promo tertentu.
Kebiasaan menunda pembelian selama beberapa jam atau satu hari juga dapat membantu membedakan keinginan sesaat dengan kebutuhan sebenarnya. Jika setelah menunggu barang tersebut masih dirasa penting dan sesuai anggaran, keputusan membeli dapat dilakukan dengan pertimbangan yang lebih tenang.
Pada akhirnya, diskon bukan sesuatu yang harus selalu dihindari karena promosi dapat memberikan keuntungan ketika digunakan untuk membeli barang yang memang sudah direncanakan. Yang perlu diwaspadai adalah ketika kata “diskon” menjadi alasan utama untuk membeli sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibutuhkan.
Sumber: Journal of Retailing and Consumer Services; Journal of Consumer Behaviour; Psychology & Marketing; American Psychological Association (APA).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....