Mengenal Keju Dangke, Kuliner Khas Enrekang yang Unik

  • 27 Agt 2026 20:34 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kalau biasanya keju identik dengan produk dari luar negeri, Indonesia juga punya keju tradisional yang menarik untuk dicoba. Namanya dangke, makanan khas Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang sudah menjadi bagian dari kuliner masyarakat setempat.

Dangke dibuat dari susu segar, terutama susu kerbau, yang dipanaskan kemudian digumpalkan menggunakan getah pepaya. Gumpalan susu atau curd tersebut kemudian dipisahkan dari cairannya dan dicetak hingga menghasilkan dangke dengan tekstur lembut.

Keju tradisional ini umumnya berwarna putih hingga kekuningan dan memiliki rasa gurih. Selain susu kerbau, dangke juga dapat dibuat menggunakan susu sapi, kambing, atau domba, tergantung ketersediaan bahan baku.

Menariknya, proses pembuatan dangke memanfaatkan enzim papain yang terdapat dalam getah pepaya untuk menggumpalkan protein susu. Cara tradisional tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membedakan dangke dari banyak jenis keju lainnya.

Dari sisi gizi, penelitian yang melibatkan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia menyebut dangke memiliki potensi sebagai pangan sumber protein. Penelitian tersebut juga mengkaji kandungan makronutrien dangke, termasuk protein, lemak, karbohidrat, dan air.

Prof. Dr. drh. Ratmawati Malaka, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, bersama timnya menjelaskan bahwa dangke merupakan keju tradisional khas Enrekang yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Unhas Press juga mencatat dangke sebagai produk olahan susu yang memiliki nilai kajian gizi dan prospek pengembangan.

Kini, dangke tidak hanya dinikmati sebagai lauk pendamping nasi, tetapi juga mulai diolah menjadi berbagai makanan kekinian. Kehadirannya menjadi bukti bahwa pangan tradisional Indonesia memiliki cita rasa sekaligus potensi ekonomi yang menarik untuk terus dikenalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....