Benarkah Yogurt Plain Lebih Baik daripada Yogurt dengan Varian Rasa?
- 26 Agt 2026 07:23 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Yogurt menjadi salah satu pilihan makanan yang cukup populer karena praktis dikonsumsi dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, di tengah banyaknya pilihan rasa seperti stroberi, mangga, vanila hingga berbagai varian kekinian, yogurt plain sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan yogurt dengan rasa tambahan.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, terutama jika yang dibandingkan adalah yogurt plain dengan produk yang mengandung banyak gula tambahan. Yogurt plain umumnya tidak mendapatkan tambahan gula atau perasa manis, sehingga konsumen memiliki kendali lebih besar untuk menentukan pemanis maupun bahan tambahan yang ingin dikonsumsi.
Perbedaan kandungan gula antara yogurt plain dan yogurt berperisa juga terlihat dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Public Health Nutrition pada 2019. Penelitian tersebut menganalisis 3.724 produk susu dan yogurt yang tersedia di Australia, Inggris, dan Afrika Selatan, dan menemukan yogurt berperisa memiliki rata-rata kandungan gula hampir dua kali lipat dibandingkan produk tanpa rasa.
Penelitian lain yang dimuat dalam BMJ Open pada 2018 turut menunjukkan adanya perbedaan kandungan nutrisi yang cukup besar antarproduk yogurt di pasaran. Dari analisis terhadap 921 produk yogurt di sejumlah supermarket Inggris, yogurt natural atau Greek memiliki median gula sekitar 5 gram per 100 gram, sementara yogurt buah mencapai 11,9 gram dan yogurt berperisa sekitar 12 gram per 100 gram.
Meski demikian, bukan berarti semua yogurt dengan rasa unik otomatis tidak sehat untuk dikonsumsi. Faktor yang lebih penting adalah membaca label nutrisi dan melihat jumlah gula tambahan, karena yogurt berperisa dengan kandungan gula yang rendah tetap dapat menjadi pilihan, sementara yogurt plain juga bisa berubah menjadi tinggi gula jika ditambahkan terlalu banyak madu, selai, sirup, atau pemanis lainnya.
Hal tersebut diperkuat penelitian Anne Saint-Eve dan tim yang diterbitkan dalam jurnal Appetite pada 2016. Penelitian terhadap 199 orang dewasa di Prancis yang terbiasa mengonsumsi yogurt plain menemukan bahwa peserta rata-rata menambahkan 13,6 gram gula ke dalam satu porsi yogurt 125 gram, bahkan lebih tinggi dibandingkan 10,2 gram gula yang ditemukan pada yogurt komersial yang sudah diberi pemanis.
Karena itu, yogurt plain bisa menjadi pilihan yang lebih mudah dikontrol, terutama bagi orang yang ingin membatasi asupan gula, tetapi yogurt berperisa tetap dapat dikonsumsi secara bijak. Kuncinya bukan sekadar memilih antara plainatau rasa unik, melainkan memperhatikan komposisi, kandungan gula tambahan, protein,
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....