Makin Banyak Coffee Shop Berkonsep Hidden Gem, Mengapa Konsep Ini Digemari?
- 24 Agt 2026 11:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Belakangan, coffee shop dengan konsep hidden gem semakin mudah ditemukan, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki banyak pilihan tempat nongkrong. Berbeda dari kafe yang sengaja berada di pusat keramaian, konsep ini justru menawarkan pengalaman menemukan tempat yang tersembunyi, suasana yang lebih tenang, serta desain yang membuat pengunjung merasa mendapatkan pengalaman berbeda.
Istilah hidden gem sendiri tidak selalu berarti lokasi yang benar-benar sulit ditemukan, tetapi lebih kepada kesan eksklusif dan unik yang ditawarkan sebuah tempat. Kafe bisa berada di gang kecil, bangunan lama yang dialihfungsikan, area permukiman, atau lokasi yang dari luar tidak terlihat seperti tempat minum kopi, tetapi memiliki daya tarik ketika pengunjung masuk ke dalamnya.
Fenomena ini juga berkaitan dengan perubahan fungsi coffee shop yang kini tidak hanya menjadi tempat membeli kopi, tetapi juga ruang untuk bekerja, belajar, bertemu teman, hingga mencari pengalaman baru. Konsep tersebut sejalan dengan gagasan sosiolog Ray Oldenburg mengenai third place, yakni ruang di luar rumah dan tempat kerja yang memungkinkan orang bersosialisasi secara informal, dengan kedai kopi menjadi salah satu contoh ruang tersebut.
Menariknya, penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa pengalaman berada di coffee shop dapat memengaruhi perilaku konsumen. Studi Sevenpri Candra, Elisse Tansiang Pandean, Jeffry Harisson, dan Sheren Sutanto yang diterbitkan dalam Journal of International Food & Agribusiness Marketing pada 2022 menggunakan kuesioner untuk mengkaji pengaruh pengalaman sensorik terhadap emosi dan niat perilaku pengunjung coffee shop di Indonesia; hasilnya menunjukkan pengalaman sensorik berpengaruh terhadap emosi dan niat perilaku konsumen.
Khusus mengenai konsep hidden gem, penelitian Vika Haristianti yang diterbitkan dalam jurnal Idealog: Ide dan Dialog Desain Indonesia, Volume 11 Nomor 1 pada April 2026, secara khusus mengkaji coffee shop berkonsep hidden gem di Bandung. Penelitian tersebut menggunakan observasi lapangan, kuesioner, dan studi literatur, serta menemukan bahwa faktor seperti keramahan staf, suasana ruang, tata letak dan desain furnitur, tingkat privasi, serta ukuran ruang berkaitan dengan rasa keterikatan pengunjung dan keinginan untuk kembali, terutama pada kelompok usia 17–25 tahun.
Namun, konsep hidden gem menghadapi tantangan ketika semakin banyak bisnis menggunakan strategi serupa. Penelitian Kelly Gregg, Jeffrey Nathaniel Parker, Conrad Kickert, dan Ian Trivers yang diterbitkan di City, Culture and Society pada Maret 2026 menemukan adanya kecenderungan homogenisasi estetika pada coffee shop independen di Amerika Serikat dan Kanada, sehingga tempat yang terlihat unik justru dapat memiliki elemen desain yang semakin mirip dan mengikuti selera konsumen global.
Pada akhirnya, daya tarik hidden gem tidak hanya terletak pada seberapa tersembunyi lokasi sebuah coffee shop, tetapi pada pengalaman yang ditawarkan setelah pengunjung menemukannya. Selama mampu menghadirkan karakter yang kuat, kualitas produk yang baik, suasana nyaman, serta pengalaman yang terasa autentik, konsep hidden gem masih memiliki peluang untuk bertahan, meski tren coffee shop terus berubah dan persaingan semakin ketat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....