Mengapa Tanah Berbau Khas setelah Hujan?

  • 21 Agt 2026 17:03 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernah mencium aroma tanah yang khas ketika hujan mulai turun setelah cuaca kering? Aroma tersebut bukan sekadar bau air hujan, tetapi berkaitan dengan zat yang berasal dari tanah dan kemudian terlepas ke udara.

Aroma khas setelah hujan dikenal dengan istilah petrichor. Istilah tersebut diperkenalkan oleh ilmuwan CSIRO, Isabel Joy Bear dan Richard Thomas, melalui penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 1964.

Dikutip dari laman CSIRO pada Jumat, 21 Agustus 2026, penelitian Bear dan Thomas menemukan minyak berwarna kekuningan yang tersimpan pada batu dan tanah serta dapat dilepaskan oleh kelembapan. Mereka kemudian menggunakan istilah petrichor untuk menggambarkan aroma khas tersebut.

Aroma tanah juga berkaitan dengan geosmin, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh bakteri tanah Streptomyces. EMBL-EBI menjelaskan geosmin memberikan aroma khas pada tanah dan ikut berkontribusi terhadap bau petrichor.

Menariknya, manusia sangat peka terhadap aroma geosmin meskipun jumlahnya sangat sedikit di udara. Menurut EMBL-EBI, manusia dapat mendeteksi geosmin pada konsentrasi sekitar 400 bagian per triliun.

Lalu bagaimana aroma dari tanah bisa sampai ke hidung kita? Penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bahwa ketika tetesan hujan mengenai permukaan berpori, gelembung udara kecil dapat terbentuk, naik, lalu pecah dan melepaskan partikel sangat kecil atau aerosol ke udara.

Aerosol tersebut dapat membawa unsur beraroma dari tanah sehingga bau khas lebih mudah tercium setelah hujan turun. Jadi, aroma tanah setelah hujan merupakan fenomena yang dapat dijelaskan secara ilmiah melalui petrichor, geosmin, serta proses pelepasan aerosol dari permukaan tanah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....