Phishing Makin Beragam Kenali Modusnya sebelum Terjebak
- 19 Agt 2026 06:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Phishing merupakan salah satu bentuk penipuan digital yang memanfaatkan komunikasi palsu untuk membuat seseorang menyerahkan informasi penting, seperti kata sandi, data pribadi, atau informasi keuangan. Modusnya kini tidak hanya berupa email dengan tautan mencurigakan, tetapi berkembang mengikuti kebiasaan masyarakat dalam menggunakan internet dan perangkat digital.
Laporan Anti-Phishing Working Group atau APWG mencatat terdapat 971.181 serangan phishing pada kuartal pertama 2026, meningkat 13,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada periode yang sama, ancaman di berbagai platform media sosial juga banyak menggunakan pola penipuan dan penyamaran identitas.
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah smishing, yaitu phishing yang dikirim melalui pesan singkat atau aplikasi perpesanan. Pesan dapat dibuat seolah-olah berasal dari bank, perusahaan pengiriman, layanan digital, atau instansi tertentu dan biasanya mendorong penerima untuk segera membuka tautan.
Ada pula vishing yang memanfaatkan panggilan suara untuk meyakinkan korban bahwa penelepon merupakan pihak resmi. Pelaku dapat menggunakan alasan seperti verifikasi akun, transaksi mencurigakan, atau masalah layanan untuk membuat korban panik dan memberikan informasi rahasia.
Phishing juga dapat muncul dalam bentuk QR code atau quishing. APWG mencatat pelaku mengirimkan jutaan email berisi QR code yang dapat mengarahkan pengguna ke situs phishing atau malware, sehingga memindai kode secara otomatis bukan berarti selalu aman.
Modus lainnya adalah impersonation, ketika pelaku meniru identitas lembaga, perusahaan, atau seseorang yang dikenal korban. Kementerian Komunikasi dan Digital pada 2026 beberapa kali menemukan tautan palsu yang mengatasnamakan program pemerintah maupun perusahaan dan digunakan untuk mengarahkan masyarakat ke situs yang berpotensi melakukan phishing.
Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial juga membuat penipuan semakin sulit dikenali hanya dari tampilan atau kualitas bahasa. Kementerian Komunikasi dan Digital mengingatkan bahwa AI dapat digunakan untuk menghasilkan suara, gambar, dan video palsu yang semakin menyerupai kenyataan sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap identitas digital yang terlihat meyakinkan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Computers & Security menunjukkan bahwa phishing tidak hanya mengandalkan kelemahan teknologi, tetapi juga mengeksploitasi faktor manusia dan kondisi psikologis ketika seseorang mengambil keputusan. Penelitian lain terhadap lebih dari 8.000 karyawan menemukan bahwa tingkat kerentanan terhadap phishing dan kecenderungan melaporkan serangan dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor individu maupun lingkungan kerja.
Karena itu, jangan hanya melihat apakah sebuah pesan memiliki logo resmi atau menggunakan bahasa yang terlihat profesional. Periksa alamat situs secara langsung, jangan memberikan OTP atau kata sandi kepada siapa pun, dan apabila mendapatkan pesan yang mengatasnamakan lembaga tertentu, lakukan konfirmasi melalui kanal resmi yang dicari secara mandiri.
Kewaspadaan juga perlu diterapkan ketika menerima tawaran hadiah, pekerjaan, bantuan, cashback, atau pemberitahuan transaksi yang meminta tindakan segera. OJK mengingatkan masyarakat untuk tidak mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas dan tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Phishing pada akhirnya bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga persoalan bagaimana manusia mengambil keputusan ketika mendapatkan informasi yang mendesak dan meyakinkan. Semakin beragam modusnya, semakin penting membiasakan diri berhenti sejenak, memeriksa sumber informasi, dan memastikan kebenarannya sebelum melakukan tindakan apa pun.
Sumber: Anti-Phishing Working Group (APWG), Phishing Activity Trends Report Q1 2026; OJK dan Satgas PASTI; Kementerian Komunikasi dan Digital RI; Oner, Cetin & Savas, Computer Standards & Interfaces (2025); Computers & Security (2024). (APWG)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....