Dari Permainan Jadul hingga Jadi Olahraga Resmi Indonesia, Ini Perjalanan Domino

  • 18 Agt 2026 06:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Domino yang selama ini dikenal sebagai permainan yang dimainkan santai bersama keluarga atau teman, kini memasuki babak baru di Indonesia. Pada 21 Mei 2026, Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) resmi diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melalui Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa KONI 2026 di Jakarta. Keputusan ini menjadi tonggak penting karena domino mulai ditempatkan sebagai olahraga prestasi yang memiliki organisasi dan sistem pembinaan.

Namun, jauh sebelum memiliki organisasi olahraga, domino sudah memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Permainan domino dipercaya berasal dari Tiongkok dan telah dikenal sejak berabad-abad lalu. Dari Asia, permainan ini kemudian berkembang ke berbagai wilayah dunia dan mengalami perubahan bentuk maupun aturan. Domino akhirnya dikenal luas sebagai permainan menggunakan keping-keping bertanda titik yang dimainkan dengan mengandalkan strategi dan kemampuan membaca langkah lawan.

Perjalanan domino ke Indonesia juga tidak terlepas dari perkembangan permainan ini di berbagai negara. Seiring waktu, domino menjadi permainan yang akrab di tengah masyarakat Indonesia. Di berbagai daerah, permainan tersebut berkembang dengan aturan dan kebiasaan bermain yang beragam. Dari sekadar hiburan, domino kemudian mulai dipandang memiliki unsur strategi, konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan dan sportivitas yang dapat dikembangkan dalam sebuah kompetisi.

Perubahan besar terjadi ketika olahraga domino mulai dibangun secara lebih terorganisasi. PB ORADO hadir sebagai organisasi yang menaungi pengembangan olahraga domino secara nasional. Organisasi ini mendorong pembentukan kepengurusan di daerah, kompetisi, pembinaan atlet serta peningkatan kualitas pertandingan. KONI menilai perkembangan ORADO dalam waktu relatif singkat menunjukkan pertumbuhan organisasi dan pembinaan atlet yang cukup signifikan.

Setelah resmi menjadi anggota KONI Pusat, struktur pembinaan domino diarahkan semakin berjenjang. PB ORADO menjadi organisasi di tingkat nasional, kemudian pengembangan kepengurusan dilakukan hingga tingkat provinsi serta kabupaten dan kota. Struktur tersebut penting agar pencarian bibit atlet, penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan dapat berjalan lebih terarah dari daerah hingga tingkat nasional.

Ketua Umum PB ORADO Yooky Tjahrial menyebut keanggotaan di KONI bukan hanya pengakuan terhadap organisasi, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap potensi domino sebagai olahraga prestasi. ORADO menargetkan domino tidak lagi sekadar dipandang sebagai permainan masyarakat, melainkan olahraga strategi yang mempunyai sistem pembinaan berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet berprestasi.

Kini, perjalanan domino di Indonesia menunjukkan perubahan yang cukup menarik: dari permainan yang berkembang lintas negara dan generasi, menjadi olahraga yang memiliki organisasi serta masuk dalam ekosistem pembinaan KONI. Tantangan berikutnya adalah memastikan kompetisi, pembinaan atlet dan tata kelola organisasi terus berkembang secara profesional. Jika mampu dikelola dengan baik, domino bukan hanya menjadi permainan yang populer di masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu warna baru dalam dunia olahraga Indonesia.

Sumber : Kementerian Pemuda dan Olahraga RI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....