Digital Amnesia, saat Gawai Menggantikan Ingatan

  • 15 Agt 2026 10:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Masih ingat berapa banyak nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihafal tanpa membuka ponsel? Kemudahan menyimpan kontak dan mencari informasi melalui internet membuat sebagian informasi tidak lagi harus selalu disimpan dalam ingatan.

Fenomena ini kerap dikaitkan dengan istilah digital amnesia atau Google effect, yakni kecenderungan seseorang lebih sulit mengingat informasi ketika mengetahui informasi tersebut dapat ditemukan kembali dengan mudah secara digital. Penelitian Betsy Sparrow, Jenny Liu, dan Daniel M. Wegner menunjukkan akses terhadap mesin pencari dapat memengaruhi cara seseorang mengingat informasi.

Dalam penelitian yang diterbitkan jurnal Science pada 2011, peserta yang mengira suatu informasi akan tersimpan dan dapat diakses kembali menunjukkan kemampuan mengingat isi informasi yang lebih rendah. Sebaliknya, mereka cenderung lebih baik mengingat lokasi tempat informasi tersebut dapat ditemukan.

Dikutip dari laman Columbia University pada Jumat, 14 Agustus 2026, penelitian tersebut menjelaskan manusia dapat menggunakan internet layaknya bentuk memori eksternal atau transactive memory. Dengan kata lain, seseorang tidak selalu mengingat informasi itu sendiri, tetapi dapat mengingat di mana informasi tersebut bisa ditemukan kembali.

Kebiasaan itu dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari, ketika nomor telepon tersimpan di daftar kontak atau berbagai informasi dapat ditemukan kembali melalui mesin pencari. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketika seseorang yakin informasi akan tetap tersedia, upaya untuk mengingat isi informasi dapat berbeda dibanding ketika informasi diyakini tidak dapat diakses lagi.

Namun, temuan mengenai Google effect tidak berarti internet secara otomatis merusak kemampuan ingatan atau membuat manusia menjadi kurang cerdas. Betsy Sparrow menjelaskan perubahan tersebut dapat dipahami sebagai penyesuaian cara manusia mengelola informasi di tengah lingkungan yang memungkinkan pengetahuan ditemukan kembali dengan cepat.

Kehadiran teknologi pada akhirnya membuat manusia tidak hanya mengandalkan apa yang tersimpan di kepala, tetapi juga mengetahui bagaimana dan di mana mendapatkan kembali informasi yang dibutuhkan. Fenomena digital amnesia menjadi pengingat bahwa teknologi bukan sekadar tempat mencari informasi, tetapi juga ikut mengubah cara manusia menentukan apa yang perlu diingat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....