Bisakah Artis Korea Pulih setelah Diboikot?
- 10 Agt 2026 07:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Skandal dapat membuat seorang artis Korea Selatan kehilangan dukungan publik, kesempatan tampil, hingga menghadapi seruan boikot, tetapi kondisi tersebut tidak selalu menjadi akhir karier. Sejumlah penelitian tentang cancel culture menunjukkan reputasi figur publik masih memiliki kemungkinan pulih, meski tingkat pemulihannya berbeda pada setiap kasus.
Pemulihan reputasi bukan sekadar persoalan menunggu kontroversi mereda karena respons sang artis setelah masalah muncul turut menjadi perhatian publik. Penelitian mengenai pemulihan reputasi menunjukkan tingkat kesalahan, hubungan figur dengan penggemarnya, serta cara menghadapi krisis dapat memengaruhi peluang seseorang memperoleh kembali penerimaan publik.
Dikutip dari laman Jurnal Ilmiah Komunikasi KOMUNIKATIF pada Senin, 10 Agustus 2026, penelitian mengenai kasus aktor Korea Selatan Kim Seon-ho membahas cancel culture sekaligus proses face restoration atau pemulihan citra setelah kontroversi. Studi tersebut memperlihatkan bahwa penilaian terhadap figur yang sempat mendapat penolakan dapat berkembang ketika muncul informasi baru dan perspektif publik terhadap kasus ikut berubah.
Permintaan maaf juga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memulihkan kepercayaan, tetapi keberadaannya tidak otomatis membuat publik kembali menerima seorang artis. Penelitian dari Chung-Ang University mengenai pesan permintaan maaf artis K-pop menemukan pihak yang menyampaikan permintaan maaf dan cara pesan disusun dapat berhubungan dengan penerimaan pesan serta pemulihan reputasi artis maupun agensinya.
Hubungan yang telah terbentuk antara artis dan penggemar juga dapat berpengaruh ketika kontroversi terjadi. Penelitian mengenai cancel culture dan perbaikan reputasi menemukan kekuatan hubungan parasosial antara selebritas dan penggemarnya termasuk faktor yang dapat memengaruhi kemungkinan reputasi seorang figur publik pulih setelah mengalami penolakan.
Meski demikian, comeback tidak berarti semua orang telah melupakan atau memaafkan kontroversi yang pernah terjadi. Kajian akademik terbaru menggambarkan cancel culture sebagai arena ketika kesalahan, pertanggungjawaban, dan kemungkinan memperoleh penerimaan kembali terus dinegosiasikan oleh media, audiens, serta komunitas penggemar.
Karena itu, artis Korea yang pernah diboikot masih mungkin membangun kembali kariernya, tetapi tidak ada pola yang menjamin reputasi akan sepenuhnya kembali seperti sebelum skandal. Respons terhadap masalah, jenis dan beratnya kontroversi, hubungan dengan penggemar, serta perubahan penilaian publik menjadi beberapa faktor yang dapat menentukan apakah pintu comeback kembali terbuka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....