Kenapa Bantal dan Guling Menguning? Ini Penyebab dan Bahayanya
- 06 Agt 2026 07:42 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bantal dan guling yang awalnya putih bersih lama-kelamaan bisa berubah menjadi kekuningan. Kondisi ini ternyata merupakan hal yang umum terjadi setelah digunakan dalam waktu yang cukup lama.
Warna kuning muncul akibat penumpukan keringat, air liur, minyak alami kulit, sel kulit mati, hingga sisa produk perawatan wajah atau rambut. Kelembapan tersebut meresap ke dalam kain sehingga meninggalkan noda yang sulit hilang.
Dokter spesialis gangguan tidur Dr. Aarthi Ram dari Houston Methodist mengatakan tubuh secara alami mengalami perubahan suhu saat tidur sehingga berkeringat merupakan hal yang normal." Keringat yang terus menumpuk menjadi salah satu penyebab utama bantal dan guling menguning.
Perubahan warna ini tidak selalu berbahaya, tetapi jangan diabaikan jika sudah berlangsung lama. Bantal dan guling yang lembap dapat menjadi tempat berkumpulnya tungau debu, bakteri, jamur, serta alergen yang memicu bersin, hidung tersumbat, atau kambuhnya asma pada orang yang sensitif.
Selain itu, minyak, keringat, dan sel kulit mati yang menempel pada permukaan bantal juga dapat menyumbat pori-pori wajah. Akibatnya, sebagian orang lebih mudah mengalami jerawat atau iritasi kulit jika kebersihan bantal kurang terjaga.
Agar tetap bersih, cucilah sarung bantal dan sarung guling secara rutin, lalu ikuti petunjuk pencucian untuk bagian dalam bantal. Mengeringkan rambut sebelum tidur dan menjaga kamar tetap sejuk juga dapat membantu mengurangi noda kuning.
Jadi, bantal dan guling yang menguning bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berkaitan dengan kebersihan. Jika sudah sangat kusam, berbau, atau bentuknya berubah, sebaiknya segera diganti agar kualitas tidur dan kesehatan tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....