Tidur dengan Kipas Menyala Semalaman, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
- 04 Agt 2026 12:06 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak orang memilih tidur dengan kipas angin menyala agar kamar terasa lebih sejuk. Apalagi saat cuaca panas, hembusan angin dan suara kipas sering membuat tidur terasa lebih nyaman.
Tidur dengan kipas semalaman sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Bahkan, kipas dapat membantu menjaga suhu kamar tetap sejuk sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik.
Dr. Brian Chen, dokter spesialis tidur dari Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa suhu kamar yang sejuk membantu tubuh memasuki fase tidur dengan lebih nyaman. Ia menyebut suhu sekitar 15,5–19,5 derajat Celsius umumnya ideal untuk tidur berkualitas.
Meski begitu, hembusan kipas yang terus-menerus dapat membuat mata, hidung, tenggorokan, atau kulit menjadi lebih kering pada sebagian orang. Kondisi ini lebih sering dialami mereka yang memiliki kulit sensitif, alergi, atau gangguan pernapasan.
Kipas juga dapat mengedarkan debu, serbuk sari, dan alergen yang ada di dalam ruangan. Jika kipas jarang dibersihkan, orang dengan asma atau alergi berisiko mengalami bersin, hidung tersumbat, atau batuk saat bangun tidur.
Agar tetap nyaman, arahkan kipas agar tidak langsung mengenai wajah dan bersihkan baling-balingnya secara rutin. Menjaga tubuh tetap terhidrasi serta menggunakan pelembap bila diperlukan juga dapat membantu mengurangi rasa kering.
Jadi, tidur dengan kipas menyala sepanjang malam boleh saja dilakukan selama digunakan dengan bijak. Jika setelah bangun Anda sering mengalami tenggorokan kering, mata perih, atau gejala alergi yang berulang, sebaiknya atur kembali posisi kipas atau konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....