Era Serba Cepat, Kenapa Makin Sulit Menemukan Pasangan?

  • 31 Jul 2026 18:38 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah kemajuan teknologi dan kemudahan berkomunikasi, menemukan pasangan justru menjadi tantangan bagi banyak orang. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara, seiring perubahan gaya hidup, pola kerja, hingga cara masyarakat membangun hubungan.

Salah satu penyebabnya adalah perubahan prioritas hidup, terutama pada generasi muda. Banyak orang kini memilih fokus membangun karier, pendidikan, stabilitas finansial, atau pengembangan diri sebelum memutuskan menjalin hubungan yang serius, sehingga usia untuk mencari pasangan pun semakin bergeser.

Di sisi lain, kehadiran aplikasi kencan memang memperluas peluang bertemu orang baru, tetapi juga memunculkan fenomena choice overload atau terlalu banyak pilihan. Penelitian yang diterbitkan dalam Current Directions in Psychological Science tahun 2024 menjelaskan bahwa semakin banyak pilihan yang tersedia, seseorang justru cenderung lebih sulit mengambil keputusan karena terus berharap menemukan pasangan yang dianggap lebih ideal.

Media sosial juga turut memengaruhi ekspektasi dalam menjalin hubungan. Kehidupan romantis yang ditampilkan secara selektif membuat sebagian orang memiliki standar yang semakin tinggi atau tidak realistis, sehingga lebih mudah merasa hubungan yang sedang dijalani belum cukup baik dibandingkan apa yang mereka lihat di dunia maya.

Faktor psikologis turut memainkan peran penting dalam fenomena ini. Laporan World Happiness Report 2025menunjukkan bahwa meningkatnya kesepian (loneliness) pada kelompok usia dewasa muda menjadi salah satu tantangan global, meskipun masyarakat kini semakin terhubung secara digital. Banyak individu memiliki banyak interaksi daring, tetapi minim hubungan yang benar-benar mendalam dan bermakna.

Kesibukan kerja serta ritme hidup yang semakin cepat juga membuat kesempatan membangun hubungan menjadi lebih terbatas. Sebuah studi dari American Psychological Association pada 2024 menunjukkan bahwa stres pekerjaan dan kelelahan kronis dapat mengurangi motivasi seseorang untuk membangun relasi baru karena energi mental lebih banyak terkuras untuk memenuhi tuntutan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, para psikolog menilai menemukan pasangan bukan semata-mata soal kecepatan, melainkan kualitas hubungan yang dibangun. Di era serba cepat, kemampuan meluangkan waktu, berkomunikasi secara terbuka, memiliki empati, dan membangun koneksi yang autentik justru menjadi faktor yang semakin penting agar hubungan dapat berkembang secara sehat dan bertahan dalam jangka panjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....