Fakta Kemplang Dipanggang di Atas Arang, Begini Proses Pembuatannya

  • 22 Jul 2026 19:49 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kemplang merupakan salah satu makanan khas yang banyak dijumpai di Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, hingga Bengkulu. Berbeda dengan kerupuk pada umumnya yang digoreng, kemplang tradisional justru dimatangkan dengan cara dipanggang di atas bara arang.

Kemplang dibuat dari campuran daging ikan, tepung tapioka, garam, dan beberapa bumbu sederhana. Adonan kemudian dibentuk, direbus hingga matang, lalu dijemur terlebih dahulu agar kadar airnya berkurang sebelum dipanggang.

Proses pemanggangan dilakukan menggunakan bara arang dengan suhu yang stabil. Panas dari arang membuat kemplang mengembang secara perlahan sekaligus menghasilkan aroma khas yang sulit diperoleh apabila dipanggang menggunakan alat lain.

Selama proses pemanggangan, kemplang harus terus dibolak-balik agar matang secara merata. Jika terlalu lama berada di atas bara, permukaan kemplang dapat gosong dan memengaruhi cita rasanya.

Penggunaan arang juga memberikan sentuhan rasa berasap yang menjadi ciri khas kemplang tradisional. Cita rasa tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak perajin masih mempertahankan metode pemanggangan secara tradisional hingga saat ini.

Setelah matang, kemplang biasanya disajikan bersama sambal khas berbahan dasar cabai dan udang atau ebi. Perpaduan rasa gurih dari ikan dan pedasnya sambal menjadikan makanan ini sebagai camilan maupun pelengkap hidangan yang digemari masyarakat.

Meski kini telah tersedia alat pemanggang modern, sebagian pelaku usaha tetap menggunakan bara arang untuk menjaga cita rasa autentik. Cara tersebut juga menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.

Kemplang tidak hanya dikenal sebagai oleh-oleh khas daerah, tetapi juga menjadi salah satu kekayaan kuliner Nusantara yang mencerminkan teknik pengolahan pangan tradisional. Keunikan proses pemanggangannya membuat kemplang memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan kerupuk pada umumnya.

Sumber: Kementerian Pariwisata RI, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, Journal of Ethnic Foods mengenai pangan tradisional Indonesia, serta berbagai kajian tentang pengolahan kerupuk ikan tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....