Sering Bilang “Em”? Ini Penyebabnya

  • 11 Jul 2026 15:26 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kebiasaan mengucapkan “em”, “eee”, atau jeda ragu saat berbicara dikenal dalam dunia komunikasi sebagai filler words. Istilah ini merujuk pada kata atau suara yang muncul ketika seseorang sedang berpikir sebelum melanjutkan kalimat.

Dalam percakapan sehari-hari, filler words sering muncul secara spontan tanpa disadari. Contohnya seperti “um”, “uh”, “jadi”, atau “apa ya” yang digunakan untuk mengisi jeda saat menyusun kata.

Penggunaan kata pengisi ini sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam komunikasi. Otak membutuhkan waktu untuk memproses informasi, sehingga jeda sering diisi dengan suara tertentu.

Dikutip dari laman Toastmasters International pada Sabtu, 11 Juli 2026, filler words adalah kata atau suara yang tidak memiliki makna tambahan dan digunakan untuk mengisi jeda saat berbicara. Penggunaan yang berlebihan dapat mengurangi kejelasan dan efektivitas komunikasi.

Selain faktor kebiasaan, rasa gugup dan kurangnya persiapan juga dapat memicu penggunaan “em” secara berulang. Situasi seperti berbicara di depan umum sering membuat seseorang lebih sering menggunakan kata pengisi.

Untuk mengurangi kebiasaan ini, seseorang dapat melatih tempo bicara agar lebih tenang. Memberi jeda sejenak tanpa suara justru lebih baik dibandingkan mengisi dengan kata “em”.

Dengan memahami penyebabnya, penggunaan filler words dapat dikurangi secara bertahap. Latihan dan kesadaran menjadi kunci agar komunikasi terdengar lebih jelas dan percaya diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....