Akhiri Masa Vakum, Tulus Kembali Hadir dengan “Teh Hijau”
- 01 Jul 2026 08:42 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Penyanyi solo kenamaan Indonesia, Tulus, resmi menyapa kembali para pencinta musik lewat karya teranyarnya yang bertajuk "Teh Hijau".
- Lagu berdurasi 3 menit 33 detik ini sudah tersedia di berbagai platform musik digital pada Selasa, 30 Juni 2026.
- Peluncuran lagu ini sekaligus menandai berakhirnya masa vakum Tulus selama empat tahun setelah kesuksesan besar album penuh Manusia pada 2022 silam.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi solo kenamaan Indonesia, Tulus, resmi menyapa kembali para pencinta musik lewat karya teranyarnya yang bertajuk "Teh Hijau". Peluncuran lagu ini sekaligus menandai berakhirnya masa vakum Tulus selama empat tahun setelah kesuksesan besar album penuh Manusia pada 2022 silam.
Kabar mengenai perilisan ini pertama kali dibagikan secara langsung melalui akun Instagram pribadi sang penyanyi @tulusm. Dalam unggahannya, Tulus menampilkan sampul lagu bernuansa hijau-hitam yang estetik dengan takarir puitis berbunyi, "Sudah garis jalannya, esok 30 Juni 2026."
Lagu berdurasi 3 menit 33 detik ini sudah tersedia di berbagai platform musik digital pada Selasa, 30 Juni 2026. Karya terbaru di bawah naungan label TulusCompany tersebut langsung diserbu pendengar dan menduduki jajaran tren di YouTube Indonesia tak lama setelah dirilis.
Urusan musik, Tulus kembali memercayakan posisi produser dan instrumentalis kepada musisi Yoseph Sitompul. Kolaborasi apik ini melahirkan sebuah aransemen yang unik karena memadukan ketukan musik ceria dan hangat dengan warna vokal Tulus yang khas.
Kontras dengan musiknya yang terdengar bersemangat, narasi lirik "Teh Hijau" justru membawa pesan yang cukup mendalam dan kontemplatif. Melalui bait-bait puitisnya, Tulus bercerita tentang seseorang yang sedang terjebak dalam rasa hampa dan kesulitan untuk merasakan jatuh cinta kembali.
Lagu ini mengajak pendengar untuk berdamai dengan keadaan serta merayakan setiap siklus emosi di dalam hidup. Simbolisme secangkir teh hijau di tengah kemurungan digunakan sebagai jangkar ketenangan untuk perlahan memulihkan jiwa yang sempat gersang.
Kehadiran karya baru Tulus ini menuai respons positif dari masyarakat hingga sesama rekan musisi tanah air. Salah satunya datang dari Fiersa Besari yang secara terbuka menyatakan rasa kagum sekaligus "iri" terhadap kejeniusan Tulus dalam meramu lirik yang sangat dekat dengan realitas kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....