Libur Sekolah Bukan Berarti Libur Belajar, Ini Cara agar Anak Tetap Produktif

  • 29 Jun 2026 21:02 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Masa libur sekolah menjadi waktu yang dinantikan anak-anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar di kelas. Namun, tanpa aktivitas yang terarah, liburan juga berpotensi membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan gawai dan kehilangan kebiasaan belajar yang telah dibangun selama satu semester.

Orang tua dapat menjaga produktivitas anak dengan menyusun jadwal harian yang seimbang antara waktu bermain, belajar, berolahraga, dan beristirahat. Jadwal tersebut tidak perlu terlalu kaku, tetapi cukup memberikan struktur agar anak tetap memiliki rutinitas yang positif selama liburan.

Selain belajar akademik, anak juga dapat diajak mengembangkan keterampilan baru sesuai minatnya, seperti memasak, berkebun, melukis, bermain musik, membaca buku, atau mengikuti kegiatan olahraga. Aktivitas semacam ini tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga membantu meningkatkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan rasa percaya diri anak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American Educational Research Journal pada 2020 menunjukkan bahwa anak-anak dapat mengalami summer learning loss atau penurunan kemampuan akademik ketika tidak memperoleh stimulasi belajar dalam waktu yang lama. Meski istilah tersebut lebih banyak diteliti pada libur musim panas di negara empat musim, para peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas belajar ringan secara rutin selama masa liburan dapat membantu mempertahankan kemampuan literasi dan numerasi anak.

Orang tua juga disarankan melibatkan anak dalam aktivitas rumah tangga sesuai usianya, seperti merapikan tempat tidur, menyiram tanaman, menyiapkan makanan sederhana, atau membantu membersihkan rumah. Aktivitas tersebut mampu melatih kemandirian, tanggung jawab, serta keterampilan hidup yang penting untuk masa depan mereka.

Di sisi lain, penggunaan gawai tetap perlu diatur agar tidak mendominasi waktu libur anak. Rekomendasi dari organisasi American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa orang tua sebaiknya menetapkan batas waktu penggunaan layar, memastikan kualitas konten yang dikonsumsi anak, serta tetap menyediakan waktu untuk aktivitas fisik, interaksi sosial, dan tidur yang cukup.

Pada akhirnya, masa libur sekolah merupakan kesempatan bagi anak untuk tumbuh melalui pengalaman baru, bukan sekadar beristirahat dari tugas sekolah. Dengan pendampingan orang tua dan aktivitas yang bervariasi, liburan dapat menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan akademik, emosional, dan sosial anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....