Anak Kurang Fokus Perlu Perhatian sejak Dini agar Tidak Mengganggu Proses Belajar
- 27 Jun 2026 09:04 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kurangnya kemampuan fokus pada anak menjadi salah satu tantangan yang semakin sering ditemui oleh orang tua dan tenaga pendidik. Kondisi ini dapat memengaruhi proses belajar, kemampuan menyerap informasi, hingga interaksi sosial apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat.
Anak yang sulit berkonsentrasi tidak selalu mengalami gangguan perkembangan atau gangguan medis tertentu. Faktor seperti kurang tidur, penggunaan gawai berlebihan, stres, lingkungan belajar yang kurang kondusif, hingga kebiasaan sehari-hari juga dapat menyebabkan perhatian anak mudah teralihkan.
| Baca juga: Korsel Bentuk Tim Perlindungan Guru |
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gangguan perhatian memang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas belajar di kelas. Meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa anak dengan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki tingkat perhatian di kelas yang lebih rendah dibandingkan teman sebayanya, sehingga membutuhkan dukungan pembelajaran yang sesuai.
Penelitian lain yang dimuat dalam PLOS ONE mengungkapkan bahwa berbagai intervensi di kelas, seperti pemberian penguatan positif, pengaturan lingkungan belajar, dan pelatihan regulasi diri, mampu mengurangi perilaku tidak fokus pada anak dengan gejala ADHD. Hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang tepat dapat membantu meningkatkan konsentrasi sekaligus hasil belajar anak.
Para ahli menekankan bahwa orang tua dan guru sebaiknya tidak terburu-buru memberikan label kepada anak yang tampak sulit berkonsentrasi. Observasi secara menyeluruh terhadap pola perilaku, kondisi kesehatan, kebiasaan tidur, serta lingkungan belajar perlu dilakukan sebelum menyimpulkan adanya gangguan tertentu.
Menciptakan rutinitas yang teratur, membatasi waktu penggunaan gawai, menyediakan waktu bermain aktif, dan memberikan jeda istirahat saat belajar merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan fokus anak. Dukungan emosional dan komunikasi yang baik juga berperan penting dalam membangun kemampuan anak untuk berkonsentrasi.
Apabila kesulitan fokus berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu prestasi akademik maupun kehidupan sehari-hari, orang tua disarankan berkonsultasi dengan psikolog atau dokter spesialis anak untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu anak mengembangkan kemampuan belajar dan mencapai potensi terbaiknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....