Perjanjian Pranikah, Seberapa Penting Dibahas sebelum Menikah?
- 19 Jun 2026 17:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perjanjian pranikah atau prenuptial agreement semakin banyak diperbincangkan pasangan muda sebagai bagian dari persiapan menuju pernikahan. Dokumen hukum tersebut tidak hanya mengatur pemisahan harta, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun keterbukaan dan kesepahaman mengenai hak serta tanggung jawab masing-masing pasangan.
Di Indonesia, perjanjian pranikah memiliki dasar hukum yang diatur dalam Undang-Undang Perkawinan dan dapat dibuat sebelum maupun setelah pernikahan berlangsung. Isinya dapat mencakup pengelolaan aset, pembagian tanggung jawab keuangan, hingga kesepakatan terkait utang dan kepemilikan usaha.
Psikolog keluarga menilai pembahasan mengenai perjanjian pranikah tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk ketidakpercayaan. Sebaliknya, proses tersebut dapat menjadi ruang komunikasi yang sehat agar pasangan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan kondisi finansial masing-masing.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Financial Therapy pada 2019 menunjukkan bahwa konflik keuangan menjadi salah satu penyebab utama ketegangan dalam rumah tangga. Studi tersebut menemukan pasangan yang memiliki komunikasi terbuka mengenai keuangan cenderung memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang lebih tinggi dibandingkan pasangan yang menghindari pembahasan tersebut.
Selain melindungi aset, perjanjian pranikah juga dianggap penting bagi pasangan yang memiliki bisnis, aset warisan keluarga, atau perbedaan kondisi ekonomi yang cukup besar. Dengan adanya kesepakatan yang jelas, potensi perselisihan di kemudian hari dapat diminimalkan sehingga hubungan rumah tangga lebih fokus pada aspek emosional dan kebersamaan.
Penelitian yang dilakukan para peneliti dari University of Arizona pada 2021 terhadap lebih dari 1.000 pasangan menunjukkan bahwa transparansi keuangan dan perencanaan bersama berhubungan dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dalam pernikahan. Kesepakatan tertulis juga membantu pasangan memahami ekspektasi satu sama lain sehingga mengurangi potensi konflik berkepanjangan.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa perjanjian pranikah bukanlah jaminan keberhasilan sebuah rumah tangga. Keharmonisan tetap ditentukan oleh komunikasi yang baik, saling menghargai, serta kemampuan pasangan dalam menghadapi berbagai tantangan bersama, sementara perjanjian pranikah berfungsi sebagai bentuk perlindungan dan kepastian bagi kedua belah pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....