Sering Kram dan Mudah Lelah? Bisa Jadi Tubuh Membutuhkan Magnesium

  • 16 Jun 2026 01:00 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Magnesium merupakan mineral penting yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi biokimia di dalam tubuh, mulai dari fungsi otot, saraf, hingga produksi energi. Namun, kekurangan magnesium atau hipomagnesemia sering kali tidak disadari karena gejalanya muncul secara bertahap dan menyerupai keluhan sehari-hari.

Salah satu tanda paling umum bahwa tubuh membutuhkan magnesium adalah sering mengalami kram otot, kedutan pada kelopak mata, atau sensasi kesemutan pada tangan dan kaki. Menurut National Institutes of Health (NIH), kadar magnesium yang rendah dapat mengganggu kontraksi otot dan transmisi saraf sehingga memicu gejala tersebut.

Tubuh yang kekurangan magnesium juga dapat ditandai dengan mudah lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Nutrients pada 2023 menjelaskan bahwa magnesium berperan penting dalam produksi energi sel, sehingga defisiensi magnesium dapat menyebabkan penurunan stamina dan fungsi kognitif.

Gangguan tidur dan meningkatnya rasa cemas juga dapat menjadi tanda tubuh memerlukan asupan magnesium yang cukup. Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Nutrition tahun 2024 menemukan bahwa kadar magnesium yang optimal berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik serta membantu mengatur respons stres melalui sistem saraf dan hormon kortisol.

Selain itu, sakit kepala dan migrain yang sering kambuh juga dikaitkan dengan rendahnya kadar magnesium dalam tubuh. Sebuah meta-analisis yang dimuat dalam Headache: The Journal of Head and Face Pain pada 2024 menunjukkan bahwa suplementasi magnesium dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas migrain pada sebagian penderita.

Pada kondisi yang lebih berat, kekurangan magnesium dapat memengaruhi kesehatan jantung dan meningkatkan risiko gangguan irama jantung. Penelitian dari European Heart Journal tahun 2023 melaporkan bahwa kadar magnesium yang rendah berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular, terutama pada orang dewasa dan lanjut usia.

Para ahli menyarankan untuk memenuhi kebutuhan magnesium melalui makanan seperti alpukat, pisang, bayam, kacang almond, biji labu, cokelat hitam, dan ikan berlemak. Jika gejala seperti kram berulang, kelelahan yang tidak membaik, atau gangguan tidur terus terjadi, pemeriksaan ke tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan apakah tubuh memang memerlukan tambahan magnesium atau terdapat kondisi lain yang mendasarinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....