Mengapa Musik Bisa Membuat Kita Sedih atau Bahagia? Ini Penjelasan Ahli
- 14 Jun 2026 09:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Hampir setiap orang memiliki lagu favorit yang mampu mengubah suasana hati dalam hitungan menit. Ada lagu yang membuat kita tersenyum dan bersemangat, tetapi ada juga yang mampu menghadirkan rasa haru bahkan membuat mata berkaca-kaca.
Fenomena tersebut ternyata bukan sekadar perasaan biasa. Para ahli menjelaskan bahwa musik memiliki hubungan yang sangat erat dengan cara kerja otak manusia dalam mengolah emosi dan kenangan.
Menurut para peneliti dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), mendengarkan musik dapat mengaktifkan berbagai bagian otak yang berperan dalam emosi, memori, dan perasaan. Saat musik diputar, otak melepaskan zat kimia tertentu yang dapat memengaruhi suasana hati seseorang.
Inilah alasan mengapa sebuah lagu bisa membuat seseorang merasa bahagia. Irama yang cepat, melodi yang ceria, dan lirik yang positif dapat merangsang sistem penghargaan di otak sehingga memunculkan rasa senang dan berenergi.
Sebaliknya, lagu bernuansa melankolis sering kali memunculkan rasa sedih atau haru. Hal itu terjadi karena musik dapat mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan memori, sehingga seseorang teringat pada pengalaman atau momen tertentu dalam hidupnya.
Para ahli dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa musik mampu mengaktifkan area otak seperti amigdala dan hipokampus. Kedua bagian tersebut berperan penting dalam mengatur emosi dan menyimpan kenangan, sehingga musik sering kali terasa sangat personal bagi setiap orang.
Menariknya, lagu yang sama belum tentu memberikan perasaan yang sama pada setiap orang. Latar belakang budaya, pengalaman hidup, usia, hingga kenangan pribadi dapat memengaruhi bagaimana seseorang merespons sebuah musik.
Selain itu, tempo dan nada dalam musik juga berpengaruh terhadap emosi yang muncul. Musik dengan tempo cepat cenderung meningkatkan semangat, sedangkan musik yang lambat dan lembut lebih sering memunculkan rasa tenang, reflektif, atau bahkan sedih.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Reviews Neuroscience menunjukkan bahwa musik dapat memengaruhi jaringan otak yang sama dengan sistem penghargaan dan emosi manusia. Karena itulah musik sering digunakan sebagai sarana relaksasi, terapi, hingga membantu mengelola stres dan kecemasan.
Pada akhirnya, musik bukan hanya sekadar hiburan yang enak didengar. Di balik setiap nada dan lirik, terdapat proses biologis yang membuat kita dapat tertawa, tersenyum, terharu, bahkan menangis saat mendengarkannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....