Malam Sastra Batch Juni Kembali Digelar, Hadirkan 11 Penampilan

  • 07 Jun 2026 21:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Suasana hangat dan penuh apresiasi sastra mewarnai gelaran Malam Puisi Batch Juni yang kembali digelar di Kedai dan Pustaka Tjahaja Hati pada Sabtu 6 Juni 2026 malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan 11 pembaca puisi dari berbagai usia dan latar belakang.

Penampil dari mahasiswa, pelajar SMKN 1 Kota Bengkulu, Dosen FISIP Unib, karyawan, ibu Rumah Tangga, dan penyiar radio. " Keren ya, tapi saya gugup juga ini kesempatan buat saya menampilkan karya ontologi puisi saya setelah sekian lama tidak membaca puisi," ujar Verani seorang dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu memberikan apresiasi.

Acara ini menjadi ruang ekspresi bagi para pecinta sastra, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk menampilkan karya dan kemampuan mereka dalam membaca puisi. Ragam tema dan gaya pembacaan turut memperkaya suasana, menjadikan malam tersebut tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga wadah literasi dan kreativitas.

Salah satu penampil yang mencuri perhatian adalah Numa Mecca Azzahra, peserta termuda berusia 8 tahun. Dengan penuh percaya diri, Numa membacakan puisi berjudul “Aku Gadis Kecil yang Bahagia”, karya yang ia tulis bersama sang bunda.

Numa mengaku ini kali pertamanya dia membaca puisi didepan khalayak dan ia begitu senang meski masih gugup. "Senang sekali, mau lagi nanti baca puisi," ujarnya.

Penyelenggaraan Malam Puisi ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang mendorong minat baca, menulis, dan apresiasi terhadap karya sastra di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa ruang-ruang literasi lokal masih hidup dan berkembang serta mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta dan penonton, Malam Puisi Batch Juni kembali menegaskan perannya sebagai panggung inklusif bagi siapa saja yang ingin bersuara melalui kata. Sf. Oktario pemilik Kedai dan Pustaka Tjahaj Hati dalam sambutan menyampaikan bahwa malam puisi tidak hanya berhenti sebagai ruang memberikan panggung bagi penulis, pembaca dan penikmat sastra saja, tetapi akan dibangun komunitasnya agar ruang diskusi akan berjalan dengan dinamis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....