Menyeimbangkan Waktu Bermain dan Belajar Anak, Kunci Tumbuh Kembang yang Optimal
- 06 Jun 2026 22:49 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menyeimbangkan waktu bermain dan belajar anak menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan akademik yang semakin tinggi. Padahal, para ahli menekankan bahwa keduanya sama-sama penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Bermain tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membantu perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak. Sementara itu, waktu belajar yang teratur diperlukan untuk membangun disiplin, kemampuan berpikir, serta kebiasaan yang mendukung prestasi akademik.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge dan dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology pada tahun 2019 menunjukkan bahwa permainan yang terstruktur maupun bebas memiliki peran penting dalam perkembangan fungsi eksekutif anak. Fungsi tersebut meliputi kemampuan memecahkan masalah, mengendalikan emosi, serta meningkatkan konsentrasi yang berpengaruh terhadap kemampuan belajar.
Para psikolog anak menyarankan orang tua untuk membuat jadwal harian yang seimbang sesuai usia anak. Anak usia sekolah dasar, misalnya, dapat diberikan waktu belajar sekitar satu hingga dua jam di luar jam sekolah, diselingi dengan aktivitas bermain dan istirahat agar tidak mengalami kejenuhan.
Selain mengatur jadwal, orang tua juga perlu memperhatikan kualitas waktu bermain anak. Aktivitas seperti bermain di luar rumah, membaca buku, menggambar, atau permainan yang melibatkan interaksi dengan keluarga dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan hanya menghabiskan waktu di depan layar gawai.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics oleh American Academy of Pediatrics pada tahun 2018 menegaskan bahwa bermain bersama orang tua dapat memperkuat hubungan emosional sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa dan sosial anak. Interaksi positif dengan orang tua juga membantu anak lebih mudah mengelola stres dan membangun rasa percaya diri.
Para ahli menilai keseimbangan antara belajar dan bermain tidak harus dibuat secara kaku, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakter masing-masing anak. Dengan dukungan orang tua yang konsisten dan lingkungan yang sehat, anak dapat berkembang secara optimal tanpa kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanaknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....