Platonic Soulmate: ketika Belahan Jiwa Tak Selalu Berakhir dengan Kisah Romantis
- 31 Mei 2026 18:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Belakangan ini istilah platonic soulmate semakin populer di media sosial dan sering digunakan untuk menggambarkan hubungan pertemanan yang sangat dekat. Istilah ini merujuk pada seseorang yang memiliki ikatan emosional mendalam dengan kita tanpa adanya unsur romantis maupun hubungan percintaan.
Dalam konsep psikologi, hubungan platonik merupakan hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, kenyamanan, rasa saling menghargai, dan kedekatan emosional. Hubungan ini dapat terjadi antara sahabat, rekan kerja, atau individu lain yang memiliki kecocokan nilai dan cara pandang terhadap kehidupan.
Banyak orang menggambarkan platonic soulmate sebagai sosok yang mampu memahami perasaan mereka tanpa perlu banyak penjelasan. Kehadiran orang tersebut sering kali memberikan rasa aman, dukungan emosional, dan kenyamanan yang setara dengan hubungan romantis, namun tanpa keterlibatan cinta atau ketertarikan seksual.
Keberadaan hubungan semacam ini ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Memiliki sahabat yang dapat dipercaya dan menjadi tempat berbagi cerita dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa bahagia, serta memperkuat kemampuan seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology tahun 2024 menunjukkan bahwa kualitas hubungan persahabatan yang kuat memiliki kaitan dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih baik pada orang dewasa. Penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 responden dari berbagai kelompok usia tersebut menemukan bahwa dukungan emosional dari teman dekat berperan penting dalam menurunkan perasaan kesepian dan meningkatkan kepuasan hidup.
Meski memiliki kedekatan yang sangat kuat, para ahli menilai penting bagi individu yang menjalani hubungan platonic soulmate untuk tetap menjaga batasan yang sehat. Komunikasi yang terbuka mengenai harapan, kenyamanan, dan peran masing-masing dalam hubungan dapat mencegah munculnya kesalahpahaman di kemudian hari.
Pada akhirnya, platonic soulmate menjadi pengingat bahwa hubungan yang bermakna tidak selalu harus berwujud percintaan. Dalam banyak kasus, kehadiran seorang sahabat yang tulus justru dapat menjadi sumber dukungan terbesar yang membantu seseorang tumbuh, bertahan, dan merasa lebih dihargai dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....