Demam Lapangan Hijau: 3 Rekomendasi Film dan Drakor yang Bawa Euforia Piala Dunia

  • 23 Mei 2026 21:12 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Euforia sepak bola memang nggak pernah gagal bikin emosi penonton naik turun. Menariknya, industri hiburan Korea Selatan beberapa kali memanfaatkan momen magis Piala Dunia sebagai latar belakang cerita yang sangat berkesan. Bukan cuma soal taktik di lapangan, deretan judul ini juga menyajikan perjuangan hidup, cinta, hingga nostalgia yang hangat.

Yuk, intip tiga tontonan bertema sepak bola dan Piala Dunia yang wajib masuk watchlist kamu!

1. Shoot for the Stars (2002) – Mengenang Keajaiban Piala Dunia Korea-Jepang

Bagi generasi pencinta drakor lawas, Shoot for the Stars adalah salah satu drakor legendaris yang menangkap langsung atmosfer magis tahun 2002. Saat itu, Korea Selatan menembus babak semifinal Piala Dunia 2002, sebuah sejarah besar yang membuat seluruh negeri diselimuti warna merah ala Red Devils.

Shoot for the Stars menangkap euforia legendaris Korea Selatan di Piala Dunia 2002

Dibintangi oleh Zo In-sung (yang saat itu masih sangat muda!) dan Jeon Do-yeon, drama ini mengisahkan perjuangan seorang pria penderita disleksia yang bermimpi menjadi aktor besar, didampingi oleh manajernya yang gigih. Latar belakang euforia Piala Dunia 2002 di drama ini sukses menggambarkan rasa nasionalisme, harapan baru, dan semangat pantang menyerah masyarakat Korea kala itu.

2. Reply 1994 (2013) – Nostalgia Nobar Piala Dunia AS '94

Seri Reply garapan sutradara Shin Won-ho memang dikenal jenius dalam merajut sejarah nyata ke dalam kehidupan karakternya. Dalam Reply 1994, ada satu momen ikonik saat anak-anak kos Shinchon berkumpul di depan TV tabung untuk menonton pertandingan timnas Korea Selatan di Piala Dunia Amerika Serikat 1994.

Adegan nonton bareng (nobar) tersebut sangat relateable: penuh teriakan, camilan yang berserakan, hingga rasa tegang saat pahlawan sepak bola Korea saat itu, Hong Myung-bo, berjuang di lapangan hijau. Menggunakan Piala Dunia sebagai pengikat memori, episode ini sukses bikin penonton kangen berat dengan indahnya kebersamaan masa lalu sebelum era smartphone.

3. Dream (2023) – Menuju Piala Dunia Tunawisma (Homeless World Cup)

Beralih ke layar lebar, film Dream garapan sutradara Lee Byeong-heon (yang sukses besar lewat Extreme Job) membawa perspektif yang berbeda. Film ini terinspirasi dari kisah nyata partisipasi pertama Korea Selatan dalam ajang Homeless World Cup (Piala Dunia Tunawisma) tahun 2010 di Brasil.

Park Seo-joon berperan sebagai pelatih tim nasional untuk tunawisma di film Dream

Dibintangi oleh Park Seo-joon sebagai Yoon Hong-dae (seorang pemain bola profesional yang terkena sanksi disipliner) dan IU sebagai Lee So-min (sutradara dokumenter), film ini menyajikan komedi segar sekaligus mengharukan. Penonton diajak melihat bagaimana sepak bola bisa menjadi kesempatan kedua bagi orang-orang yang sempat "kalah" dalam hidup untuk kembali bermimpi di panggung dunia.

Baik lewat drama romantis, nostalgia masa lalu, maupun film komedi-sosial, latar belakang Piala Dunia berhasil membuktikan bahwa sepak bola jauh lebih besar dari sekadar permainan 90 menit. Olahraga ini adalah tentang harapan, persatuan, dan perjuangan hidup manusia itu sendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....