Fenomena Blind Buy Parfum

  • 14 Mei 2026 21:32 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Media sosial membuat tren parfum berkembang semakin cepat, termasuk kebiasaan membeli parfum tanpa mencium aromanya secara langsung. Fenomena ini dikenal dengan istilah blind buy, yaitu membeli parfum hanya berdasarkan ulasan, rekomendasi influencer, atau deskripsi aroma di internet.

Banyak orang tertarik melakukan blind buy karena penasaran dengan parfum yang sedang viral. Selain itu, tampilan botol, daftar notes parfum, hingga komentar pengguna lain sering kali membuat seseorang merasa yakin sebelum mencoba sendiri.

Padahal, aroma parfum bisa berbeda ketika digunakan pada tiap orang. Menurut Cleveland Clinic, suhu tubuh, kelembapan kulit, dan sensitivitas penciuman dapat memengaruhi bagaimana aroma parfum berkembang setelah dipakai.

Parfum juga memiliki tahapan aroma yang berubah seiring waktu, mulai dari top notes, middle notes, hingga base notes. Karena itu, aroma yang terdengar menarik di ulasan belum tentu terasa nyaman ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Meski begitu, blind buy tetap menjadi pengalaman menarik bagi sebagian pecinta parfum. Banyak orang menikmati proses menebak aroma hanya dari deskripsi seperti fresh, powdery, woody, atau sweet yang sering dibagikan di media sosial.

Agar tidak kecewa, pembeli bisa mencari referensi dari beberapa ulasan sekaligus dan memahami karakter notes parfum yang disukai. Fragrance Foundation juga menyarankan mencoba parfum dalam ukuran kecil atau tester sebelum membeli ukuran penuh.

Tren blind buy menunjukkan bagaimana media sosial memengaruhi cara orang memilih produk, termasuk parfum. Namun pada akhirnya, aroma tetap menjadi pengalaman personal yang tidak selalu bisa dinilai hanya dari layar ponsel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....