Mengapa Timur tengah Menganggap Iduladha Sebagai Lebaran Besar?

  • 11 Mei 2026 05:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di banyak negara Timur Tengah, Iduladha dikenal sebagai perayaan besar umat Islam yang memiliki makna spiritual mendalam. Tradisi tersebut masih bertahan hingga sekarang dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Arab.

Masyarakat Timur Tengah menyebut Iduladha sebagai “Eid al-Kabir” atau Lebaran Besar. Sementara Idulfitri dikenal dengan istilah “Eid al-Saghir” yang berarti Lebaran Kecil.

Sebutan itu tidak lepas dari kaitan Iduladha dengan pelaksanaan ibadah haji di Makkah. Momentum tersebut dianggap sangat sakral karena menjadi puncak ibadah umat Islam yang datang dari berbagai negara.

Bagi masyarakat Arab, suasana Iduladha terasa lebih khusyuk dan penuh makna. Perayaan ini identik dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, serta kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Tradisi penyembelihan hewan kurban juga menjadi bagian penting dalam perayaan Iduladha. Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, kerabat, hingga masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Di sejumlah negara Timur Tengah, pemerintah bahkan menetapkan masa libur Iduladha lebih panjang dibanding Idulfitri. Perayaan berlangsung meriah selama beberapa hari dengan berbagai tradisi keluarga dan kegiatan sosial masyarakat.

Jurnal internasional kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) turut menyoroti besarnya pengaruh Iduladha terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kajian budaya internasional juga menyebut tradisi berbagi saat Iduladha memperkuat nilai kolektivitas dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....