Bukan Sekadar Kue, Sejarah Haru di Balik Anzac Biscuit
- 25 Apr 2026 19:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di balik peringatan Anzac Day, terdapat satu makanan khas yang selalu identik dengan momen tersebut, yakni Anzac Biscuit. Kue sederhana ini bukan hanya camilan biasa, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan emosional yang mendalam.
Anzac Biscuit mulai dikenal pada masa Perang Dunia I ketika para istri dan keluarga tentara di Australia dan Selandia Baru membuat makanan untuk dikirim ke medan perang. Kue ini dirancang khusus agar tahan lama selama perjalanan jauh menuju lokasi perang.
Bahan utama Anzac Biscuit terdiri dari oat, tepung, gula, mentega, dan golden syrup yang membuatnya tidak mudah basi. Karena tidak mengandung telur, kue ini mampu bertahan berminggu-minggu tanpa rusak, sehingga sangat cocok dikirim kepada para prajurit.
Kue ini kemudian menjadi simbol dukungan moral dari keluarga kepada tentara yang tergabung dalam Australian and New Zealand Army Corps. Setiap gigitan Anzac Biscuit seakan membawa pesan cinta dan semangat dari rumah ke medan perang.
Seiring waktu, Anzac Biscuit berkembang menjadi bagian dari tradisi peringatan Anzac Day. Hingga kini, kue ini sering disajikan dalam berbagai acara peringatan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Penelitian dalam bidang budaya dan sejarah kuliner menunjukkan bahwa makanan tradisional sering menjadi media pengingat kolektif terhadap peristiwa sejarah. Dalam konteks ini, Anzac Biscuit tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol identitas dan memori nasional.
Kini, Anzac Biscuit tetap dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya di Australia dan Selandia Baru. Kehadirannya setiap Anzac Day menjadi pengingat bahwa hal sederhana seperti kue dapat menyimpan cerita besar tentang pengorbanan, kasih sayang, dan sejarah bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....