Bukan Rokok yang Bikin Tenang, Ini Fakta Sebenarnya
- 24 Apr 2026 19:50 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernyataan menarik disampaikan dr. Gia Pratama dalam sebuah podcast bersama dr. Tirta yang membahas soal stres dan kebiasaan merokok. Ia mengungkapkan bahwa banyak orang keliru menganggap rokok sebagai solusi untuk meredakan stres.
Menurut dr. Gia, sensasi rileks yang dirasakan saat merokok sebenarnya bukan berasal dari zat dalam rokok itu sendiri. Melainkan dari pola pernapasan yang menjadi lebih lambat dan teratur saat seseorang menghisap rokok.
Saat seseorang mengalami stres, tubuh secara alami merespons dengan meningkatkan frekuensi napas menjadi lebih cepat dan dangkal. Kondisi ini justru memperburuk perasaan cemas dan tegang jika tidak dikendalikan.
Dalam penjelasannya, dr. Gia menekankan bahwa ketika seseorang merokok, mereka tanpa sadar mengatur napas menjadi lebih dalam dan perlahan. Pola napas inilah yang sebenarnya memberikan efek menenangkan pada tubuh.
Sejumlah penelitian dalam bidang kesehatan juga menunjukkan bahwa teknik pernapasan dalam, seperti diaphragmatic breathing, mampu menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol. Teknik ini bahkan sering digunakan dalam terapi relaksasi dan pengelolaan kecemasan.
Sayangnya, persepsi bahwa rokok dapat mengurangi stres sudah terlanjur melekat di masyarakat. Padahal, kandungan nikotin dalam rokok justru dapat meningkatkan ketergantungan dan berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai memahami cara sehat dalam mengelola stres tanpa bergantung pada rokok. Mengatur pernapasan, berolahraga, hingga melakukan aktivitas relaksasi bisa menjadi alternatif yang lebih aman dan efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....