Sering Ikat Rambut Ketat di Balik Hijab? Ini Risikonya
- 24 Apr 2026 15:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bagi banyak perempuan berhijab, menata rambut dengan sanggul atau kuncir yang rapi sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Selain praktis, gaya ini juga membantu hijab terlihat lebih terbentuk dan nyaman digunakan sepanjang hari. Namun di balik kebiasaan tersebut, ada risiko yang sering tidak disadari, yaitu Traction Alopecia yang dapat berdampak pada kesehatan rambut dalam jangka panjang.
Dalam dunia medis, kondisi ini merujuk pada kerontokan rambut akibat tarikan yang terjadi terus-menerus pada akar rambut. Tarikan tersebut biasanya berasal dari gaya rambut yang terlalu kencang, seperti kuncir tinggi, kepang, atau sanggul yang diikat kuat dalam waktu lama, termasuk saat rambut tertutup hijab. Tekanan berulang pada area tertentu membuat akar rambut tidak mendapatkan kesempatan untuk pulih.
Masalah ini umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara perlahan. Banyak orang tidak menyadari tanda-tanda awalnya karena terlihat sepele. Padahal, gejala seperti garis rambut yang mulai mundur di bagian depan atau samping, rambut yang terasa lebih tipis di area tertentu, hingga munculnya rambut-rambut pendek dan patah di sekitar dahi bisa menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai.
Selain itu, beberapa orang juga merasakan ketidaknyamanan pada kulit kepala, seperti rasa nyeri atau tegang setelah mengikat rambut dalam waktu lama. Kondisi ini sering diabaikan karena dianggap hal biasa, padahal bisa menjadi indikator bahwa rambut dan kulit kepala sedang mengalami tekanan berlebih yang tidak sehat.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa perubahan kebiasaan, folikel rambut dapat mengalami kerusakan permanen. Dalam tahap ini, rambut tidak lagi mampu tumbuh kembali karena akar rambut sudah tidak berfungsi. Inilah yang membuat traction alopecia menjadi masalah serius jika tidak ditangani sejak dini.
Secara biologis, rambut tumbuh dari folikel yang tertanam di kulit kepala. Ketika rambut terus-menerus ditarik dalam posisi yang sama dengan tekanan tinggi, folikel akan mengalami stres. Pada tahap awal, dampaknya mungkin hanya berupa rambut patah atau rontok ringan, tetapi dalam jangka panjang tekanan ini dapat menghentikan siklus pertumbuhan rambut secara permanen.
Oleh karena itu, penting untuk mulai memperhatikan cara menata rambut sehari-hari. Mengurangi ikatan yang terlalu kencang, memberi waktu istirahat pada rambut, serta mengganti gaya rambut secara berkala dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut. Menjaga kesehatan rambut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan kepercayaan diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....