Sering Dianggap Sepele, Ini Ragam Pelecehan Seksual yang Harus Diwaspadai
- 19 Apr 2026 09:39 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Masih banyak orang yang menganggap pelecehan seksual hanya terjadi jika ada kontak fisik. Padahal, kenyataannya jauh lebih luas dari itu. Banyak bentuk pelecehan yang tidak melibatkan sentuhan, tetapi tetap meninggalkan dampak serius bagi korban baik secara mental, emosional, maupun sosial.
Menciptakan lingkungan yang aman dimulai dari pemahaman. Ketika kita tahu bentuk-bentuk pelecehan seksual, kita jadi lebih peka, tidak menormalisasi perilaku yang salah, dan berani mengambil sikap. Mengacu pada informasi dari Humas Polri, berikut beberapa jenis pelecehan seksual yang penting untuk dikenali.
Pertama, pelecehan seksual secara verbal. Bentuk ini sering dianggap “candaan”, padahal bisa sangat merendahkan. Contohnya seperti catcalling di jalan, lelucon bernuansa seksual, komentar tentang tubuh seseorang, hingga ajakan atau rayuan yang tidak diinginkan. Meski tanpa sentuhan, kata-kata seperti ini bisa membuat korban merasa tidak nyaman, bahkan terintimidasi.
Kedua, pelecehan non-verbal atau melalui gestur dan isyarat. Ini termasuk tatapan yang tidak pantas atau “leering”, gerakan tubuh yang sugestif, hingga tindakan mengirim gambar atau video seksual tanpa persetujuan. Bahkan, menunjukkan organ intim di ruang publik juga termasuk dalam kategori ini. Banyak yang menganggap sepele, padahal dampaknya bisa membuat korban merasa terancam.
Ketiga, pelecehan fisik. Ini adalah bentuk yang paling mudah dikenali, seperti menyentuh, meraba, atau memeluk tanpa izin. Termasuk juga tindakan menggesekkan tubuh di tempat umum, mencium secara paksa, hingga pemaksaan hubungan seksual atau pemerkosaan. Semua tindakan ini jelas melanggar batas tubuh dan hak seseorang.
Keempat, pelecehan digital atau online. Di era teknologi, bentuk ini semakin sering terjadi. Misalnya mengirim pesan, foto, atau video seksual tanpa persetujuan, meminta konten intim, menyebarkan konten pribadi (revenge porn), hingga pelecehan di media sosial dengan nuansa seksual. Meski terjadi di dunia maya, dampaknya nyata dan bisa berkepanjangan.
Kelima, pelecehan psikologis atau emosional. Bentuk ini sering kali tersembunyi, tetapi sangat berbahaya. Contohnya seperti mengancam korban agar menuruti keinginan seksual, membuat korban merasa bersalah saat menolak, atau memanfaatkan posisi kuasa seperti atasan atau senior untuk meminta hal-hal yang bersifat seksual.
Memahami berbagai bentuk pelecehan seksual adalah langkah awal untuk mencegahnya. Tidak ada bentuk pelecehan yang bisa dibenarkan, sekecil apa pun itu. Dengan meningkatkan kesadaran, kita bisa menciptakan ruang yang lebih aman, saling menghargai, dan berani berkata tidak terhadap segala bentuk pelecehan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....