Musim Kemarau, AC atau Kipas Lebih Sehat?

  • 16 Apr 2026 21:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memasuki musim kemarau, suhu udara di berbagai daerah mulai meningkat dan membuat waktu istirahat menjadi kurang nyaman. Banyak orang pun mulai mempertimbangkan penggunaan AC atau kipas angin untuk membantu tidur lebih nyenyak.

Penggunaan AC dinilai mampu menurunkan suhu ruangan secara stabil sehingga tubuh lebih mudah beristirahat. Suhu yang sejuk juga membantu mempercepat proses tidur karena tubuh tidak perlu beradaptasi dengan panas berlebih.

Namun, penggunaan AC yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan jika tidak diatur dengan baik. Udara yang terlalu dingin dan kering bisa menyebabkan kulit kering, iritasi saluran pernapasan, hingga memperparah alergi.

Di sisi lain, kipas angin menjadi pilihan yang lebih hemat energi dan tetap efektif membantu sirkulasi udara. Kipas bekerja dengan menggerakkan udara sehingga tubuh terasa lebih sejuk meski suhu ruangan tidak berubah signifikan.

Menurut sejumlah penelitian kesehatan tidur, suhu ideal untuk tidur berkisar antara 18 hingga 24 derajat Celsius. Baik AC maupun kipas dapat digunakan selama mampu menjaga kenyamanan suhu tubuh tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.

Meski demikian, penggunaan kipas angin secara langsung ke tubuh dalam waktu lama juga memiliki risiko. Paparan angin terus-menerus dapat menyebabkan pegal, hidung kering, atau memperburuk kondisi sinus pada sebagian orang.

Pada akhirnya, pilihan antara AC dan kipas angin tergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing individu. Yang terpenting adalah menjaga kualitas tidur tetap optimal dengan pengaturan suhu yang nyaman serta sirkulasi udara yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....