Tumbler Mahal, Kebutuhan atau FOMO?
- 27 Mar 2026 16:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Fenomena pembelian tumbler mahal semakin marak di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Tren ini memunculkan pertanyaan, apakah pembelian tersebut benar-benar kebutuhan atau sekadar dorongan FOMO (fear of missing out).
Beberapa merek tumbler premium seperti Stanley dan Hydro Flask menjadi simbol gaya hidup modern. Desain menarik dan popularitas di media sosial membuat produk ini semakin diminati.
| Baca juga: Kebiasaan Harian Bikin Awet Muda |
Secara fungsi, tumbler memang memiliki manfaat penting sebagai wadah minum yang dapat menjaga suhu cairan. Selain itu, penggunaan tumbler juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan botol sekali pakai.
Namun, harga yang relatif mahal sering kali tidak sebanding dengan kebutuhan dasar pengguna. Banyak orang membeli tumbler bukan karena kebutuhan, melainkan karena tren dan pengaruh lingkungan sosial.
Fenomena ini berkaitan dengan konsep FOMO, di mana seseorang merasa perlu mengikuti tren agar tidak tertinggal. Penelitian dalam Journal of Behavioral Addictions menunjukkan bahwa FOMO dapat mendorong perilaku konsumtif, terutama di era media sosial.
Di sisi lain, membeli tumbler berkualitas tinggi juga bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang. Produk yang tahan lama dapat mengurangi kebutuhan membeli berulang, sehingga lebih efisien dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, keputusan membeli tumbler mahal kembali pada kebutuhan dan prioritas masing-masing individu. Penting untuk mempertimbangkan fungsi, kualitas, serta kondisi finansial agar tidak terjebak dalam konsumsi yang berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....