Mengenal Low Maintenance Friendship

  • 27 Mar 2026 00:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tidak semua pertemanan berjalan dengan komunikasi yang intens. Ada hubungan yang tetap terasa dekat meski jarang bertukar kabar. Konsep ini dikenal sebagai low maintenance friendship.

Istilah ini merujuk pada pertemanan yang tidak menuntut interaksi terus-menerus. Kedua pihak tetap merasa nyaman tanpa harus selalu hadir setiap saat. Kedekatan dibangun dari rasa percaya, bukan frekuensi komunikasi.

Dalam praktiknya, hubungan ini terasa ringan dan tidak penuh tekanan. Tidak ada rasa bersalah saat terlambat membalas pesan atau lama tidak bertemu. Ketika kembali berkomunikasi, hubungan tetap terasa hangat.

Fenomena ini sejalan dengan temuan dalam psikologi hubungan sosial. American Psychological Association menyebutkan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada jumlah interaksi. Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships juga menekankan bahwa kepercayaan menjadi dasar utama kedekatan.

Hal yang membuat low maintenance friendship bertahan adalah rasa aman. Masing-masing individu memahami bahwa kesibukan bukan tanda menjauh. Justru, ruang yang diberikan membantu hubungan tetap sehat.

Meski terlihat santai, hubungan ini tetap membutuhkan perhatian. Menyapa di momen penting atau sekadar menanyakan kabar tetap memiliki arti. Hal kecil ini menjaga koneksi tanpa terasa membebani.

Low maintenance friendship bukan tentang menjaga jarak, melainkan memberi ruang yang cukup. Dengan pemahaman yang seimbang, hubungan tetap terasa dekat tanpa tuntutan berlebih. Pada akhirnya, yang penting bukan seberapa sering berkomunikasi, tetapi seberapa tulus hubungan itu dijalani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....