Etika Bertamu Sesuai Ajaran Islam
- 25 Mar 2026 13:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Silaturahmi menjadi tradisi yang begitu lekat dalam kehidupan masyarakat, terutama setelah momen seperti Lebaran. Aktivitas bertamu pun sering dilakukan untuk mempererat hubungan. Namun, dalam Islam, bertamu bukan sekadar datang dan berbincang, melainkan memiliki adab yang perlu diperhatikan.
Ajaran Islam menempatkan etika bertamu dan menerima tamu sebagai bagian dari akhlak mulia. Hal ini bahkan dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Surat An-Nur ayat 27 yang mengingatkan pentingnya meminta izin dan mengucapkan salam sebelum memasuki rumah orang lain.
| Baca juga: Sejarah Nyekar Menjelang Bulan Ramadhan |
Dalam praktiknya, ada beberapa adab bertamu yang perlu diperhatikan. Pertama, memilih waktu yang tepat agar tidak mengganggu aktivitas atau waktu istirahat tuan rumah. Sebaiknya, tamu juga memberi kabar atau meminta izin sebelum datang.
Selain itu, mengucapkan salam menjadi bentuk doa sekaligus penghormatan. Jika tidak diizinkan masuk, tamu dianjurkan untuk menerima dengan lapang dada. Islam juga melarang mengintip ke dalam rumah orang lain serta menganjurkan tamu untuk tidak berlama-lama agar tidak merepotkan tuan rumah.
Tak kalah penting, tamu harus menjaga sikap dan perkataan selama berada di rumah orang lain. Bersikap sopan, menjaga pandangan, serta menghindari ucapan yang tidak pantas merupakan bagian dari etika yang diajarkan dalam Islam.
Di sisi lain, tuan rumah juga memiliki kewajiban dalam memuliakan tamu. Menyambut dengan ramah, menyediakan hidangan sesuai kemampuan, serta memberikan pelayanan yang baik menjadi bentuk penghormatan yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Memahami dan menerapkan adab bertamu serta menerima tamu bukan hanya menjaga hubungan sosial tetap harmonis, tetapi juga menjadi ladang pahala. Dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, silaturahmi akan terasa lebih hangat dan penuh makna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....