Baju Baru Lebaran, Tradisi Sarat Makna
- 18 Mar 2026 09:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Lebaran tanpa baju baru? Buat banyak orang, rasanya ada yang kurang. Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi membeli pakaian baru selalu jadi momen yang paling ditunggu.
Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, semua larut dalam euforia yang sama. Berburu outfit terbaik seolah jadi bagian dari kebahagiaan menyambut hari kemenangan bersama keluarga.
Tapi, pernah nggak sih kamu bertanya, kenapa Lebaran selalu identik dengan baju baru? Ternyata, kebiasaan ini bukan sekadar soal gaya, tapi punya sejarah panjang dan makna yang dalam.
Tradisi ini sudah ada sejak masa Kesultanan Banten pada abad ke-16. Kala itu, keluarga kerajaan mengenakan pakaian baru saat Idulfitri, lalu kebiasaan tersebut perlahan “menular” ke masyarakat sekitar dan terus diwariskan hingga sekarang.
| Baca juga: Tips Belanja Baju Lebaran dengan Bijak |
Seiring waktu, makna baju baru pun berkembang. Bukan hanya soal tampil rapi, tapi juga menjadi simbol “kelahiran kembali” setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Nilai tersebut juga tercermin dari kisah pada masa Rasulullah SAW tentang Hasan dan Husein. Mereka menerima pakaian indah sebagai hadiah, yang menjadi simbol bahwa kebahagiaan Lebaran bisa hadir dari kasih sayang dan keberkahan, bukan semata materi.
Jadi, saat kamu mengenakan baju baru di Hari Raya nanti, ingat bahwa maknanya lebih dari sekadar penampilan. Ini tentang memulai lembaran baru—dengan hati yang lebih bersih, penuh syukur, dan siap menjadi versi diri yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....