Mengapa Nasi di Mejikom Cepat Basi

  • 15 Mar 2026 07:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Nasi yang dimasak menggunakan mejikom atau rice cooker terkadang cepat basi meskipun baru beberapa jam setelah matang. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kelembapan, cara memasak, hingga kebersihan alat.

Salah satu penyebab utama nasi cepat basi adalah pertumbuhan bakteri pada nasi yang telah dimasak. Spora bakteri Bacillus cereus dapat bertahan pada beras mentah dan berkembang ketika nasi disimpan terlalu lama pada suhu yang tidak cukup panas.

Selain itu, kelembapan yang tinggi di dalam rice cooker juga dapat mempercepat pembusukan nasi. Uap air yang terperangkap di dalam alat membuat nasi menjadi lebih lembap sehingga menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri.

Faktor lain yang memengaruhi adalah takaran air yang terlalu banyak saat memasak beras. Nasi yang terlalu basah atau lembek memiliki kadar air tinggi sehingga lebih cepat mengalami perubahan bau dan rasa.

Kebersihan rice cooker juga sangat menentukan ketahanan nasi setelah dimasak. Sisa nasi atau kotoran yang menempel pada bagian dalam alat dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang membuat nasi cepat basi.

Selain itu, nasi yang dibiarkan terlalu lama di dalam rice cooker juga berisiko mengalami penurunan kualitas. Dalam kondisi mode penghangat, nasi umumnya hanya dapat bertahan sekitar 11 hingga 12 jam sebelum kualitasnya menurun dan berpotensi ditumbuhi bakteri.

Dikutip dari laman The Fork Bite dan penjelasan tentang keamanan pangan pada Minggu, 15 Maret 2026, penyimpanan nasi yang terlalu lama atau pada suhu yang tidak stabil dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri pada nasi. Karena itu, nasi sebaiknya disimpan dan dipanaskan dengan suhu yang cukup agar tetap aman dikonsumsi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....