Clay Play Ramadhan, Ngabuburit Kreatif di Aladina Cafe
- 05 Mar 2026 11:55 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Menunggu sering kali terasa lebih melelahkan daripada berjalan. Terlebih di bulan Ramadhan, ketika waktu menjelang berbuka seolah bergerak lebih lambat dari biasanya. Perut mungkin bisa diajak berkompromi, tetapi pikiran sering kali tak mudah diajak diam. Karena itu, setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengisi jeda. Ada yang memilih berburu takjil, ada yang larut dalam layar ponsel, dan ada pula yang memilih duduk tenang, menyentuh clay, membiarkan jemari mereka berbicara lebih dulu daripada kata-kata.
Clay tampak sederhana. Lembut, lentur, mudah berubah bentuk. Namun justru dalam kelenturannya itulah tersimpan pelajaran tentang hidup. Ia bisa ditekan, diremas, lalu dibentuk ulang ketika hasilnya belum sesuai harapan. Dalam proses membentuk clay, seseorang tak hanya menciptakan sebuah benda, tetapi juga sedang mengurai pikiran yang kusut dan menyalurkan emosi yang tak selalu mampu diucapkan.
Suasana seperti itulah yang terasa di sudut ruangan Aladina Cafe saat kegiatan “Clay Play Ramadhan” digelar menjelang waktu berbuka puasa. Sore itu, wangi khas tanah liat basah berpadu dengan aroma minuman hangat yang menjadi ciri khas Aladina. Cafe ini dikenal dengan sajian tehnya yang beragam, mulai dari teh klasik hingga racikan herbal yang menjadi favorit pengunjung untuk berbuka bersama. Di meja panjang yang telah disiapkan, peserta dari berbagai kalangan duduk berdampingan, masing-masing memegang segumpal clay di hadapannya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Cleative Studio sebagai bagian dari program kreatif Ramadhan yang menghadirkan ruang ekspresi alternatif bagi masyarakat Bengkulu. Penyelenggara menghadirkan sesi santai, tanpa tekanan teknis yang rumit. Peserta dewasa, remaja, bahkan beberapa keluarga yang datang bersama anak-anak mereka tampak menikmati prosesnya. Tawa kecil sesekali terdengar ketika bentuk yang dihasilkan tampak unik atau tak terduga.
Bagi sebagian peserta dewasa, kegiatan ini menjadi cara sederhana untuk melepas penat setelah rutinitas kerja. Para remaja melihatnya sebagai pengalaman baru yang berbeda dari aktivitas digital yang biasa mereka jalani. Sementara bagi keluarga, momen ini menjadi ruang kebersamaan yang jarang didapatkan di tengah kesibukan masing-masing. Tanpa disadari, waktu menjelang magrib pun berlalu dengan lebih ringan.
Ramadhan memang mengajarkan tentang menahan—menahan lapar, haus, dan emosi. Namun lebih dari itu, Ramadhan juga mengajarkan tentang mengelola diri dan memperhalus batin. Dalam aktivitas membentuk clay, ada proses yang serupa: membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan penerimaan. Ketika bentuk yang dibuat belum sesuai harapan, clay dapat dibentuk ulang. Begitu pula manusia, yang selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Menjelang azan magrib berkumandang, para peserta merapikan hasil karya mereka dan bersiap menikmati hidangan berbuka bersama. Gelas-gelas teh hangat khas Aladina tersaji di atas meja, menemani obrolan santai setelah sesi kreatif selesai. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menunggu berbuka tidak harus diisi dengan kegelisahan atau rasa jenuh. Ia bisa menjadi momen refleksi yang menyenangkan, ruang temu lintas generasi, sekaligus cara baru merayakan kebersamaan di bulan suci.
Melalui inisiatif seperti ini, Cleative Studio dan Aladina Cafe menghadirkan alternatif ngabuburit yang tidak hanya mengisi waktu, tetapi juga memperkaya pengalaman batin. Di bulan yang sarat makna ini, membentuk clay ternyata juga berarti membentuk kembali ketenangan dalam diri, sebelum akhirnya berbuka dalam suasana hangat penuh kebersamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....