Legislator Temukan Masalah Baru CFD Night Belungguk Point

  • 25 Jan 2026 12:12 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kawasan Belungguk Point merupakan salah satu titik strategis pelayanan publik di Kota Bengkulu. Di kawasan ini berdiri dua rumah sakit penting, yakni Rumah Sakit Tiara Sella dan Rumah Sakit RSHD milik Pemerintah Daerah.

Keberadaan dua fasilitas kesehatan tersebut menjadikan Belungguk Point sebagai jalur vital bagi mobilitas pasien, tenaga medis, serta ambulans, terutama dalam situasi darurat.

Namun, pelaksanaan kegiatan Car Free Day Night (CFD Night) yang disertai penutupan jalan di kawasan tersebut justru memunculkan persoalan serius. Rekayasa lalu lintas dan penutupan akses jalan kerap menyebabkan keterlambatan ambulans dan pasien dengan kondisi gawat darurat menuju rumah sakit.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Edi Haryanto, menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan jiwa pasien.

Menurutnya, hambatan akses tersebut bertentangan dengan prinsip utama pelayanan kesehatan yang menuntut kecepatan, kemudahan, dan akses tanpa halangan.

"Meskipun CFD Night memiliki tujuan positif sebagai ruang publik dan penggerak ekonomi masyarakat, pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan layanan kesehatan, terlebih di kawasan yang berdekatan langsung dengan rumah sakit," ungkapnya pada Minggu, 25 Januari 2026.

Foto : Edi Haryanto

Politisi Perindo ini mengemuka, terhadap persoalan itu, pemerintah daerah bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan perlu menetapkan jalur khusus ambulans dan kendaraan darurat yang tetap terbuka selama CFD Night berlangsung, khususnya menuju RS Tiara Sella dan RS RSHD.

"Penutupan jalan sebaiknya tidak dilakukan secara penuh di ruas utama akses rumah sakit, atau dibatasi pada waktu yang tidak berpotensi mengganggu penanganan pasien darurat," harapnya.

Selain itu dia menyarankan juga diperlukan penempatan petugas gabungan dari Dishub, Satpol PP, dan Kepolisian di titik strategis untuk memastikan pengawalan cepat bagi ambulans dan pasien urgent.

"Setiap pelaksanaan CFD Night wajib dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit agar jalur alternatif, sistem rujukan, dan kesiapan ambulans dapat diatur secara optimal. Jika gangguan akses terus berulang, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan pemindahan atau penggeseran lokasi CFD Night ke area yang tidak berdekatan langsung dengan fasilitas kesehatan vital," demikian tutup Edi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....