Ngiler Saat Tidur, Tanda Tidur Paling Nyenyak
- 24 Jan 2026 07:25 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernah bangun tidur lalu mendapati “peta dunia” versi mini di bantalmu? Tenang, itu bukan kejadian memalukan justru bisa jadi kabar baik. Secara medis, ngiler saat tidur sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang cukup dalam dan nyenyak. Bahkan bisa dibilang, tubuhmu baru saja memenangkan “piala tidur berkualitas” semalaman.
Saat kita tidur pulas, tubuh masuk ke fase REM (Rapid Eye Movement), fase ketika mimpi paling aktif terjadi. Di tahap ini, otot-otot tubuh, termasuk wajah dan rahang, menjadi sangat rileks. Kondisinya mirip adonan kue yang lembut dan mengendur, sehingga mulut sedikit terbuka dan air liur pun mengalir tanpa disadari.
Menariknya lagi, pada fase REM, otak memang sengaja “melumpuhkan” sebagian besar otot tubuh. Tujuannya sederhana tapi penting: agar kita tidak ikut bergerak saat mimpi sedang seru-serunya, misalnya berlari maraton atau kejar-kejaran. Dalam kondisi rileks total inilah, air liur lebih mudah keluar sebagai bagian dari mekanisme alami tubuh.
Karena itu, ngiler sebenarnya bisa dianggap sebagai “rem darurat” tubuh saat tidur sangat dalam. Sebaliknya, jika kamu hampir tidak pernah ngiler sama sekali, bisa jadi tidurmu kurang nyenyak atau ada faktor lain seperti hidung tersumbat yang membuat napas lewat mulut terganggu. Jadi, tidak selalu ngiler itu hal buruk konteksnya penting.
Intinya, jangan langsung jijik atau malu kalau menemukan pulau kecil di bantal saat bangun tidur. Itu bisa menjadi tanda bahwa sistem sarafmu sedang bekerja optimal, mereset ulang energi, dan memulihkan tubuh dengan sempurna. Jadi kalau punya teman yang sering bikin “peta” di bantal, sekarang kamu tahu: mungkin dia cuma tidur lebih nyenyak dari yang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....