Asal Mula Permainan Domino

  • 24 Des 2025 11:05 WIB
  •  Bengkulu

KBRN,Bengkulu : Permainan domino merupakan salah satu permainan tradisional yang telah dikenal luas di berbagai belahan dunia. Meski saat ini domino sering dimainkan sebagai hiburan santai di rumah, warung kopi, hingga ajang turnamen, permainan ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari peradaban kuno.

Sejarah mencatat bahwa permainan domino pertama kali muncul di Tiongkok sekitar abad ke-12, pada masa Dinasti Song. Domino awal dibuat untuk meniru hasil lemparan dadu, sehingga setiap kepingnya merepresentasikan kombinasi angka yang berasal dari dua dadu. Karena itu, domino Tiongkok memiliki jumlah keping yang lebih banyak dibandingkan domino modern.

Domino di Tiongkok bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga menjadi bagian dari hiburan bangsawan dan masyarakat umum. Keping domino kala itu dibuat dari bahan tulang, kayu, atau gading, dengan ukiran dan titik-titik sebagai penanda angka.Permainan domino mulai dikenal di Eropa pada abad ke-18, khususnya di Italia dan Prancis. Di sinilah bentuk domino mengalami penyederhanaan. Jumlah kepingnya menjadi 28 buah, yang kemudian dikenal sebagai domino standar Barat. Nama “domino” sendiri diduga berasal dari bahasa Prancis, merujuk pada jubah hitam-putih yang dikenakan pendeta, menyerupai warna keping domino.

Di Eropa, domino berkembang pesat sebagai permainan keluarga dan hiburan di kalangan masyarakat kelas menengah hingga atas. Aturan permainan pun semakin beragam sesuai dengan budaya setempat.Melalui jalur perdagangan dan kolonialisme, permainan domino menyebar ke berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Di Indonesia, domino dikenal luas dan sering dimainkan secara tradisional, baik sebagai permainan santai maupun dalam bentuk kompetisi.

Menariknya, di banyak daerah, permainan domino tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial, melatih strategi berpikir, serta mengajarkan nilai sportivitas dan kebersamaan.Saat ini, permainan domino terus berkembang mengikuti zaman. Selain dimainkan secara langsung, domino juga hadir dalam bentuk digital melalui aplikasi dan permainan daring. Meski demikian, esensi domino sebagai permainan yang mengandalkan kecermatan, strategi, dan interaksi sosial tetap terjaga.

Dari Tiongkok kuno hingga menyebar ke seluruh dunia, permainan domino membuktikan bahwa sebuah permainan sederhana dapat bertahan lintas generasi dan budaya. Domino bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari warisan budaya dunia yang terus hidup hingga hari ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....