Kenapa ASI Bisa Seret?

  • 17 Jun 2025 18:30 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU : Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi baru lahir. Namun, tak sedikit ibu menyusui yang mengalami masalah ASI seret, yaitu produksi ASI yang menurun atau tidak lancar. Kondisi ini tentu membuat ibu cemas, terutama jika bayi terlihat lapar terus. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan ASI seret? Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab ASI menjadi seret.

1. Stres dan Kelelahan

Stres adalah salah satu penyebab utama ASI tidak lancar. Kondisi psikologis ibu sangat berpengaruh terhadap hormon oksitosin, yang berperan dalam pengeluaran ASI. Kurang tidur, beban pikiran, atau kelelahan fisik bisa membuat ASI jadi seret.

2. Kurang Frekuensi Menyusui atau Memompa

Prinsip produksi ASI adalah supply and demand. Semakin sering bayi menyusu atau ibu memompa ASI, maka tubuh akan merespons untuk memproduksi lebih banyak. Jika jarang menyusui atau memompa, produksi ASI bisa menurun.

3. Posisi Menyusui Tidak Tepat

Perlekatan (latch) yang kurang baik membuat bayi tidak efektif menghisap ASI. Akibatnya, ASI tidak keluar maksimal, dan produksi pun jadi berkurang karena payudara tidak terangsang dengan baik.

4. Kurangnya Asupan Cairan dan Nutrisi

Ibu menyusui membutuhkan banyak cairan dan gizi seimbang. Jika kurang minum air putih atau tidak makan makanan bergizi, tubuh akan kesulitan memproduksi ASI yang cukup.

5. Efek dari Obat-obatan atau Kondisi Medis

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi produksi ASI, seperti pil KB hormonal tertentu. Selain itu, kondisi medis seperti diabetes, hipotiroidisme, atau sindrom polikistik ovarium (PCOS) juga bisa menyebabkan ASI tidak lancar.

6. Pemberian Susu Formula yang Terlalu Dini

Memberikan susu formula sejak awal bisa membuat bayi malas menyusu langsung dari payudara. Hal ini bisa mengurangi rangsangan pada payudara dan menurunkan produksi ASI.

ASI seret adalah masalah umum, namun bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Dukungan dari keluarga, pemenuhan gizi, serta konsistensi menyusui atau memompa menjadi kunci utama. Jika produksi ASI tetap rendah meskipun sudah mencoba berbagai cara, sebaiknya konsultasikan ke konselor laktasi atau dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....