Tanda-Tanda Skin Barrier Rusak
- 04 Mei 2025 11:26 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Skin barrier atau pelindung kulit adalah lapisan terluar dari kulit yang berfungsi sebagai pertahanan utama terhadap faktor eksternal seperti polusi, sinar matahari, dan bahan kimia dari produk perawatan. Ketika skin barrier mengalami kerusakan, dampaknya bisa sangat mengganggu kesehatan dan penampilan kulit. Menurut penjelasan dari dr. Teuku Adiftrian, Sp.BP-RE atau lebih dikenal dengan dr. Tompi, ada beberapa tanda khas yang menunjukkan bahwa skin barrier Anda mungkin dalam kondisi tidak sehat atau rusak.
1. Kulit Menipis, Kemerahan, dan Mengelupas
Salah satu tanda paling awal dari kerusakan skin barrier adalah kulit yang tampak lebih tipis dari biasanya. Kulit bisa terlihat kemerahan, terutama di area pipi atau sekitar hidung, dan sering kali muncul pengelupasan halus. Ini terjadi karena lapisan pelindung yang seharusnya menjaga kelembapan dan perlindungan alami kulit mulai melemah, membuat permukaan kulit kehilangan strukturnya.
2. Sensasi Nyeri dan Reaksi Terhadap Sinar Matahari
Kulit yang mengalami kerusakan barrier cenderung lebih sensitif terhadap sinar matahari. Beberapa orang melaporkan bahwa kulit mereka terasa perih atau terbakar ketika terpapar sinar matahari, bahkan dalam waktu singkat. Dokter Tompi menggambarkannya seperti "kemerahan udang rebus" — menunjukkan betapa parahnya reaksi inflamasi yang bisa terjadi.
3. Kulit Menjadi Sangat Sensitif
Saat skin barrier tidak berfungsi dengan baik, kulit menjadi lebih reaktif terhadap produk perawatan. Produk yang sebelumnya aman digunakan bisa tiba-tiba menimbulkan rasa perih, gatal, atau terbakar. Inilah yang disebut kondisi over-sensitivitas, di mana kulit tidak mampu lagi menyaring atau menoleransi bahan aktif tertentu.
4. Jerawatan dan Mudah Iritasi
Kerusakan pada skin barrier juga membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi dan peradangan. Akibatnya, jerawat bisa lebih mudah muncul, dan iritasi terjadi hanya karena gesekan ringan atau penggunaan produk yang tidak cocok. Produksi minyak bisa menjadi tidak terkontrol, menyebabkan pori-pori tersumbat dan memperparah kondisi jerawat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....